Urbanstories

Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat Tewaskan 25 Orang

Oleh Sinta Apriliana6 Juli 2026
Gelombang Panas Ekstrem di Amerika Serikat Tewaskan 25 Orang

Gelombang Panas di Amerika.jpg

Jakarta - Sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Amerika Serikat. Sementara itu sebanyak 40 juta orang lain berada di bawah peringatan suhu panas yang diberlakukan di wilayah pantai timur, tenggara, dan barat daya.

Melansir NBC News, Senin (6/7/2026), cuaca panas yang berlangsung selama sepekan itu bahkan memecahkan sejumlah rekor suhu tertinggi. 

Pada perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli lalu, sedikitnya 18 kota mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah untuk tanggal tersebut, termasuk Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Norfolk, dan Atlantic City.

Pada Minggu (5/7) waktu setempat, peringatan cuaca panas masih berlaku di sejumlah kota besar seperti Philadelphia, Washington D.C., Baltimore, Raleigh, Charleston, hingga Jacksonville. Indeks panas atau suhu yang dirasakan tubuh manusia diperkirakan berada di kisaran 38-41 derajat Celsius.

Meski begitu, prakiraan cuaca menunjukkan suhu di kawasan pantai timur mulai berangsur turun dalam beberapa hari ke depan.

Sebagian wilayah Arizona dan California, termasuk Phoenix dan Tucson, telah masuk dalam status waspada panas ekstrem yang berlaku mulai Selasa hingga Kamis pekan ini. Suhu siang hari diperkirakan bisa mencapai 114 derajat Fahrenheit atau sekitar 45,5 derajat Celsius.

New Jersey jadi wilayah dengan korban terbanyak

Dari total korban jiwa yang dilaporkan, 22 orang berasal dari New Jersey, tersebar di 10 wilayah administratif. Selain itu, dua korban meninggal tercatat di Mississippi dan satu korban lainnya di Illinois.

Tak hanya korban jiwa, dampak cuaca panas juga membebani fasilitas kesehatan. Di New York City, lebih dari 378 orang dilaporkan mendatangi unit gawat darurat akibat gangguan kesehatan yang dipicu suhu panas.

Gelombang panas juga berdampak pada pasokan listrik. Ribuan rumah di wilayah timur Amerika Serikat sempat mengalami pemadaman, termasuk lebih dari 215 ribu pelanggan di Michigan, sekitar 151 ribu pelanggan di Pennsylvania, dan 94 ribu pelanggan di New Jersey.

Ancaman bergeser ke badai dan banjir

Di saat sebagian wilayah masih bergulat dengan suhu ekstrem, ancaman cuaca lain mulai muncul.

Badai yang melanda kawasan tengah dan timur Amerika Serikat pada Sabtu (4/7) menghasilkan lebih dari 540 laporan angin kencang. Kecepatan angin tertinggi tercatat mencapai 148 kilometer per jam di Norman, Oklahoma.

Untuk Minggu hingga Senin waktu setempat, sekitar 25 juta warga berada dalam peringatan badai, sementara 34 juta warga lainnya juga masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami banjir, terutama dari Delaware hingga Connecticut.

Pemerintah Kota New York bahkan telah mengimbau warga untuk bersiap menghadapi hujan lebat yang diperkirakan berlangsung hingga Selasa. Curah hujan diprediksi dapat mencapai sekitar 76 milimeter, dengan intensitas yang berpotensi memicu banjir di jalan raya, terowongan bawah tanah, ruang bawah tanah, hingga sejumlah ruas jalan di kota tersebut.