Urbanstories

Masuk Indonesia, Zus Coffee Hadirkan Kopi Spesial untuk Pecinta Kopi

Oleh William Ciputra6 Juli 2026
Masuk Indonesia, Zus Coffee Hadirkan Kopi Spesial untuk Pecinta Kopi

Gerai Zus Coffee di Puri Indah Mall.jpg

Jakarta - Bagi generasi muda, ngopi bukan hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan kafein, tetapi sudah menjadi bagian dari ritual harian yang lebih personal. Tak heran, banyak brand kopi dari yang kecil sampai besar berlomba-lomba menghadirkan kopi spesial bagi masyarakat. 

Konsumsi kopi di Indonesia juga terus meningkat. Bahkan pada tahun 2020/2021, konsumsi kopi nasional memecahkan rekor tertinggi, bahkan konsumsi kopi Indonesia masuk lima besar dunia berdasarkan data dari International Coffee Organization (ICO). 

Menurut laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), seperti dikutip dari GoodStats, konsumsi kopi Indonesia mencapai 4,76 juta kantong pada periode 2023/2024. Dalam data ini, satu kantong sama dengan 60 kg kopi. 

Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat konsumsi kopi per kapita Indonesia meningkat jadi 1,8 kg per tahun pada 2023. Angka ini jauh meningkat dibanding tahun 2013 yang hanya 1 kg per tahun. 

Melihat fakta tersebut, brand kopi asal Malaysia yang terkenal dengan menu Iced Spanish Latte, Zus Coffee resmi masuk ke pasar Indonesia. Melalui kemitraan dengan Kapal Api Group, Zus Coffee membuka gerai pertamanya di Puri Indah Mall, Jakarta Barat, pada akhir Mei 2026. 

Menurut Chief Operating Officer Grup Zus Coffee, Venon Tian, Indonesia menjadi pasar penting dengan potensi besar, terutama karena budaya kopi yang kuat dan karakter konsumennya yang dinamis.

“Indonesia selalu menjadi pasar yang penting bagi kami. Misi kami membuat kopi spesial dapat diakses oleh semua orang, dan melalui kemitraan dengan Kapal Api Group, kami ingin menghadirkan pengalaman yang relevan secara lokal dengan tetap menjaga kualitas dan konsistensi,” ujar Venon.

Didirikan pada 2019, Zus Coffee terbilang agresif berekspansi di Asia Tenggara. Brand ini kini telah hadir di sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei, hingga Thailand, dengan lebih dari 1.000 gerai secara global.

Salah satu yang membedakan Zus Coffee adalah pendekatan berbasis teknologi yang terintegrasi dalam pengalaman konsumennya. Melalui aplikasi, pelanggan bisa memesan, membayar, hingga mengatur preferensi minuman dalam satu platform.

Di sisi lain, sistem digital ini juga membantu para barista yang disebut “Zuristas”, bekerja lebih efisien, sehingga bisa lebih fokus pada kualitas racikan dan interaksi dengan pelanggan.

Dari sisi menu, Zus Coffee tetap mempertahankan standar global, tapi dengan sentuhan lokal yang kuat. Beberapa menu andalan seperti Americano dan Latte tetap tersedia, termasuk Spanish Latte yang menjadi produk terlaris dengan penjualan puluhan juta cangkir secara global.

Menariknya, brand ini juga dikenal menghadirkan varian minuman yang terinspirasi dari karakter lokal di tiap negara, seperti Gula Melaka Latte di Malaysia atau Ube Latte di Filipina. Untuk pasar Indonesia, Zus Coffee juga menyiapkan menu khusus yang disesuaikan dengan preferensi lokal.

Setiap minuman dibuat dari biji kopi berkualitas yang dipanggang sesuai selera regional, dengan harga yang tetap terjangkau. Pelanggan juga bisa menyesuaikan minuman mulai dari tingkat kemanisan hingga jenis susu sesuai preferensi masing-masing.

Ekspansi ini juga tidak lepas dari kolaborasi dengan talenta lokal. Salah satunya bersama Taufan Mokoginta, roaster kopi Indonesia yang pernah menjuarai World Coffee Roasting Championship, untuk mengembangkan racikan eksklusif di pasar Indonesia.