Urbanstories

Portugal Tersingkir di Babak 16 Besar, Jadi Piala Dunia Terakhir Cristiano Ronaldo?

Oleh Sinta Apriliana7 Juli 2026
Portugal Tersingkir di Babak 16 Besar, Jadi Piala Dunia Terakhir Cristiano Ronaldo?

Cristiano Ronaldo.jpg

Jakarta – Perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Selecao das Quinas tersingkir di babak 16 besar setelah kalah tipis 0-1 dari rival abadinya, Spanyol, dalam laga yang ditentukan oleh satu gol pada masa injury time, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB. 

Kekalahan itu bukan hanya mengubur mimpi Portugal menjadi juara dunia, tetapi juga berpotensi menandai berakhirnya perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia.

Sebelum pertandingan dimulai, Ronaldo memang telah memberi isyarat kuat bahwa turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. 

Meski sempat enggan membahas masa depan, kapten Portugal itu akhirnya memastikan edisi 2026 bisa menjadi penampilan terakhirnya di ajang empat tahunan tersebut.

"Biarlah ini menjadi Piala Dunia terakhir saya. Ini memang Piala Dunia terakhir saya, dan saya berharap besok bukan pertandingan terakhir saya," kata Ronaldo sehari sebelum menghadapi Spanyol. 

"Apa pun yang terjadi, saya akan pergi dengan hati nurani yang bersih. Saya telah memberikan semua yang saya bisa untuk sepak bola,” imbuhnya. 

Laga ketat yang ditentukan satu momen

Pertemuan dua raksasa Semenanjung Iberia berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit pertama. Spanyol lebih dominan menguasai bola dan beberapa kali mengancam melalui kombinasi serangan Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, hingga Álex Baena. Namun, penampilan gemilang kiper Diogo Costa membuat Portugal mampu bertahan.

Portugal bukan tanpa peluang. Cristiano Ronaldo sempat memaksa Unai Simón melakukan penyelamatan penting, sementara Pedro Neto dan João Félix beberapa kali mengancam lewat serangan balik cepat. Meski begitu, hingga babak kedua berakhir skor tetap 0-0 dan pertandingan tampak mengarah ke babak tambahan waktu.

Saat Portugal mulai bersiap menghadapi extra time, petaka justru datang pada menit ke-91. Mikel Merino, yang baru masuk beberapa menit sebelumnya, berhasil memanfaatkan umpan Ferran Torres dan melepaskan penyelesaian yang tak mampu dihentikan Diogo Costa. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan sekaligus mengantarkan Spanyol melaju ke perempat final.

Portugal masih memiliki satu kesempatan terakhir pada sisa injury time ketika Bernardo Silva menyambut bola di depan gawang. Namun, sundulannya melambung tipis di atas mistar dan peluit panjang memastikan langkah Portugal terhenti.

Ronaldo: Ini Piala Dunia terakhir saya

Tak lama setelah pertandingan usai, Ronaldo memastikan bahwa Piala Dunia 2026 benar-benar menjadi penampilan terakhirnya di ajang tersebut. Namun, ia belum mau memastikan apakah kekalahan dari Spanyol juga menjadi akhir perjalanan bersama tim nasional Portugal.

"Ini adalah Piala Dunia terakhir saya. Untuk masa depan bersama tim nasional, saya tidak akan membuat keputusan tergesa-gesa. Saya ingin pulang, berpikir dengan tenang, lalu memutuskan apa yang terbaik," ujar Ronaldo.

Pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan Piala Dunia dengan catatan yang sulit disamai. Ia menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia berbeda dan mengakhiri turnamen ini setelah mencetak tiga gol untuk Portugal. 

Meski gagal mewujudkan impian mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo menegaskan dirinya tetap bangga dengan perjalanan panjang bersama tim nasional, termasuk mempersembahkan gelar Euro 2016 dan UEFA Nations League.

Roberto Martínez juga pamit

Kekalahan dari Spanyol juga menandai berakhirnya era Roberto Martínez di kursi pelatih Portugal. Tak lama setelah laga usai, pelatih asal Spanyol itu mengumumkan tidak akan melanjutkan pekerjaannya bersama Selecao das Quinas.

Martínez mengatakan sejak awal target utamanya adalah membawa Portugal menjadi juara dunia. Karena gagal mewujudkan misi tersebut dan kontraknya juga telah berakhir, ia merasa siklus kepemimpinannya memang sudah selesai.

"Tujuan saya ketika datang ke Portugal adalah memenangkan Piala Dunia. Karena kami tidak berhasil melakukannya dan kontrak saya juga berakhir hari ini, ini adalah akhir dari sebuah siklus," ujar Martínez.

Ia juga memberikan penghormatan kepada Ronaldo yang dinilainya bukan hanya memberi kontribusi lewat gol, tetapi juga melalui kepemimpinan dan pengaruh besar di ruang ganti. Menurut Martínez, dedikasi Ronaldo terhadap Portugal akan menjadi warisan penting bagi generasi pemain berikutnya.

Kini Portugal menghadapi babak baru. Dengan pelatih yang akan berganti dan masa depan Ronaldo yang masih menunggu keputusan, kekalahan dari Spanyol bukan hanya mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, tetapi juga bisa menjadi penutup salah satu era paling bersejarah dalam sepak bola Portugal.

Artikel Terkait