Urbanstories

Posisi Seks yang Paling Disuka dan Dibenci Perempuan, Kamu Setuju?

Oleh William Ciputra7 Juli 2026
Posisi Seks yang Paling Disuka dan Dibenci Perempuan, Kamu Setuju?

Posisi Seks.jpg

Jakarta - Posisi seks yang sering muncul di film dewasa belum tentu menjadi favorit perempuan di kehidupan nyata. Survei justru menemukan bahwa banyak perempuan lebih mengutamakan kenyamanan, kedekatan dengan pasangan, dan kemudahan menikmati momen dibanding mencoba berbagai posisi

Temuan tersebut berasal dari survei yang dilakukan platform konten dewasa Seduced AI pada Januari 2026 terhadap 2.590 perempuan di Amerika Serikat dan Inggris. 

Hasilnya menunjukkan bahwa posisi yang paling disukai cenderung sederhana dan membuat perempuan lebih rileks, sedangkan beberapa posisi yang kerap dianggap "atraktif" justru masuk dalam daftar yang paling tidak disukai.

Menurut Seduced AI, masih banyak pasangan yang tanpa sadar mencoba meniru adegan dalam film dewasa. Padahal, kenyamanan dan kepuasan setiap orang bisa sangat berbeda sehingga tidak ada satu posisi yang bisa dianggap ideal untuk semua pasangan.

Posisi yang paling disukai perempuan

Dalam survei tersebut, terungkap tiga posisi seks yang paling disukai perempuan, yaitu missionary, doggy style, dan oral sex.

Posisi missionary menjadi favorit dengan dipilih oleh sekitar 10 persen responden. Posisi ini dilakukan ketika kedua pasangan saling berhadapan, sehingga memungkinkan kontak mata, sentuhan, dan komunikasi berlangsung lebih mudah selama berhubungan intim.

Bagi banyak perempuan, hal tersebut menjadi alasan utama mengapa missionary tetap menjadi pilihan favorit. Selain dekat secara emosional, posisi ini juga dinilai mudah disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing pasangan tanpa membutuhkan gerakan yang terlalu rumit.

Di urutan kedua ada doggy style yang dipilih oleh 9 persen responden. Pada posisi ini, salah satu pasangan menghadap ke depan sementara pasangannya berada di belakangnya.

Meski tidak memungkinkan kontak mata secara langsung, banyak responden mengatakan posisi ini tetap memberikan sensasi yang mereka sukai. 

Dalam survei tersebut, kedalaman penetrasi menjadi alasan yang paling sering disebut, sehingga sebagian perempuan menganggap posisi ini tetap nyaman meski interaksi visual dengan pasangan menjadi lebih sedikit.

Posisi atau aktivitas oral seks menempati peringkat ketiga dengan 7,2 persen suara. Dalam praktiknya, salah satu pasangan memberikan stimulasi menggunakan mulut sehingga penerima tidak perlu banyak bergerak.

Banyak perempuan mengaku menyukai situasi tersebut karena mereka dapat lebih fokus menikmati sensasi tanpa harus memikirkan koordinasi gerakan atau membagi perhatian. Bagi sebagian responden, pengalaman yang lebih santai justru membuat hubungan intim terasa lebih menyenangkan.

Posisi yang paling tidak disukai perempuan

Selain posisi yang paling disukai, survei tersebut juga menghasilkan 3 posisi seks yang paling tidak disukai perempuan, yaitu reverse cowgirl, posisi 69, dan woman on top. 

Sebanyak 31 persen responden memilih reverse cowgirl sebagai posisi yang paling tidak disukai. Pada posisi ini, perempuan berada di atas pasangan sambil membelakangi wajah pasangannya.

Alasan yang paling banyak muncul berkaitan dengan rasa tidak nyaman pada lutut dan punggung bawah. Selain membutuhkan tenaga lebih besar, posisi ini juga membuat sebagian perempuan merasa kehilangan kedekatan emosional karena tidak bisa saling menatap atau berinteraksi langsung dengan pasangan.

Posisi 69 berada di urutan kedua dengan 29 persen responden mengaku kurang menyukainya. Posisi ini dilakukan ketika kedua pasangan saling memberikan stimulasi oral secara bersamaan.

Meski sering dianggap romantis atau menggairahkan, banyak perempuan justru merasa kesulitan menikmati momen tersebut karena harus fokus memberi dan menerima stimulasi dalam waktu yang sama. 

Akibatnya, perhatian menjadi terpecah dan pengalaman seksual dinilai kurang memuaskan dibanding yang dibayangkan.

Posisi woman on top melengkapi daftar dengan 16 persen responden menyebutnya sebagai salah satu yang paling tidak disukai. Dalam posisi ini, perempuan berada di atas dan lebih banyak mengendalikan ritme maupun gerakan selama berhubungan intim.

Sejumlah responden mengatakan posisi tersebut membutuhkan tenaga yang lebih besar sehingga terasa melelahkan jika dilakukan dalam waktu lama. Selain itu, ada pula yang mengaku merasa kurang percaya diri karena merasa menjadi pusat perhatian pasangan selama berhubungan intim.

Kenyamanan jadi faktor utama

Survei ini menunjukkan satu pola yang cukup menarik. Posisi yang memperoleh penilaian tinggi umumnya membuat perempuan bisa lebih rileks, menikmati momen bersama pasangan, dan tidak perlu terlalu banyak memikirkan teknik maupun gerakan yang harus dilakukan.

Sebaliknya, posisi yang berada di daftar terbawah cenderung membutuhkan stamina lebih besar, fleksibilitas tubuh tertentu, atau membuat perhatian terpecah sehingga kenikmatan justru berkurang. 

Temuan ini sekaligus mengingatkan bahwa hubungan intim bukan tentang meniru adegan yang terlihat di layar, melainkan menemukan cara yang sama-sama nyaman, aman, dan menyenangkan bagi kedua pasangan.