Urbanstories

Sehat Nggak Sih Hubunganmu dengan Pasangan? Cek Tanda-tandanya!

Oleh William Ciputra7 Juli 2026
Sehat Nggak Sih Hubunganmu dengan Pasangan? Cek Tanda-tandanya!

Hubungan Percintaan.jpg

Jakarta - Hubungan yang sehat bukan berarti pasangan tidak pernah bertengkar. Perbedaan pendapat, konflik kecil, hingga kesalahpahaman justru merupakan bagian yang wajar dalam sebuah hubungan. Yang membedakan adalah bagaimana kedua orang menyikapinya.

Sayangnya, banyak orang baru menyadari hubungannya tidak sehat ketika masalah sudah berlarut-larut. Padahal, ada sejumlah tanda yang sebenarnya bisa dikenali sejak awal, mulai dari kebiasaan berbohong hingga perilaku yang terlalu mengontrol pasangan.

Tanda hubungan yang kurang sehat

Seperti dilansir dari HelpGuide, hubungan yang sehat seharusnya membuat kedua pasangan merasa aman, dihargai, dan didukung untuk berkembang. 

Sebaliknya, jika sebuah hubungan justru menguras energi, menurunkan rasa percaya diri, atau membuat salah satu pihak merasa tertekan, bisa jadi itu merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki.

1. Sulit percaya karena sering berbohong

Kejujuran menjadi fondasi utama dalam sebuah hubungan. Ketika salah satu pasangan terbiasa menyembunyikan sesuatu atau berbohong, kepercayaan perlahan akan terkikis.

Kebohongan tersebut tidak selalu berkaitan dengan perselingkuhan atau masalah besar. Hal-hal yang terlihat sepele tetapi terus disembunyikan juga bisa membuat pasangan merasa ragu dan mempertanyakan kejujuran satu sama lain.

2. Terlalu mengontrol pasangan

Perhatian memang penting, tetapi berbeda dengan sikap mengontrol. Misalnya, pasangan melarang kamu bertemu teman tertentu, meminta berhenti menjalani hobi yang disukai, atau ingin mengetahui setiap aktivitas yang kamu lakukan sepanjang hari. 

Perilaku seperti ini sering kali muncul karena rasa cemas atau takut kehilangan, tetapi jika dibiarkan dapat membuat salah satu pihak kehilangan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

3. Tidak saling menghargai

Hubungan yang sehat dibangun di atas rasa saling menghormati. Sebaliknya, hubungan menjadi tidak sehat ketika salah satu pasangan mulai meremehkan pendapat, mengabaikan perasaan, atau melanggar batasan yang telah disepakati bersama.

Contohnya, ketika kamu sedang menyampaikan keluhan, tetapi pasangan justru menanggapinya dengan kalimat seperti, "Ah, lebay," atau "Udah, nggak usah dipikirin." Respons seperti itu mungkin terdengar sederhana, tetapi jika terus terjadi bisa membuat seseorang merasa tidak dihargai.

4. Terlalu bergantung pada pasangan

Mencintai pasangan bukan berarti seluruh hidup harus berpusat pada dirinya. Dalam hubungan yang dikenal sebagai codependency, seseorang rela mengorbankan hobi, pertemanan, hingga tujuan hidupnya hanya demi menyenangkan pasangan. 

Bahkan, ada yang merasa bertanggung jawab menyelesaikan seluruh masalah pasangannya meski hal tersebut justru merugikan dirinya sendiri. Hubungan yang sehat tetap memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk bertumbuh dan mempertahankan identitasnya.

5. Ada kekerasan dalam bentuk apa pun

Kekerasan dalam hubungan tidak selalu berupa tindakan fisik. Ucapan yang merendahkan, bentakan, ancaman, mempermalukan pasangan, hingga memanipulasi kenyataan (gaslighting) juga termasuk bentuk kekerasan emosional maupun psikologis. 

Perilaku seperti ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri korban. Jika hubungan sudah mengarah pada kekerasan, penting untuk segera mencari bantuan dari orang terpercaya atau profesional.

Gimana bangun hubungan yang sehat?

Hubungan yang sehat tidak terbentuk begitu saja. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, dan kemauan dari kedua belah pihak untuk terus belajar memahami satu sama lain. 

Oleh karena itu, komunikasi sering disebut sebagai fondasi terpenting dalam sebuah hubungan. Berikut beberapa cara membangun komunikasi yang lebih sehat dengan pasangan.

1. Sampaikan kebutuhanmu dengan jelas

Jangan berharap pasangan bisa membaca isi pikiranmu. Jika ada sesuatu yang kamu inginkan atau kamu ingin pasangan lakukan, sampaikan secara terbuka dan jujur. 

Misalnya, jika kamu membutuhkan waktu bersama lebih banyak atau berharap pasangan lebih sering memberi kabar, ungkapkan dengan cara yang baik daripada berharap ia akan menyadarinya sendiri.

2. Perhatikan bahasa tubuh pasangan

Komunikasi tidak hanya terjadi lewat kata-kata. Ekspresi wajah, nada bicara, kontak mata, hingga gestur tubuh juga bisa menunjukkan apa yang sebenarnya dirasakan pasangan. 

Belajar memahami sinyal nonverbal dapat membantu menghindari kesalahpahaman sekaligus membuat pasangan merasa lebih dimengerti.

3. Jadilah pendengar yang baik

Mendengarkan bukan sekadar menunggu giliran berbicara. Saat pasangan sedang bercerita, cobalah fokus memahami sudut pandangnya tanpa buru-buru menyela, menghakimi, atau langsung menawarkan solusi. Terkadang, yang dibutuhkan seseorang hanyalah didengarkan.

4. Pahami cara pasangan merasa dicintai

Setiap orang punya cara yang berbeda dalam mengekspresikan maupun menerima kasih sayang. Ada yang merasa dicintai lewat kata-kata afirmasi, ada yang lebih menghargai waktu berkualitas bersama, hadiah, sentuhan fisik, atau bantuan dalam aktivitas sehari-hari. 

Memahami love language masing-masing bisa membantu hubungan terasa lebih harmonis karena bentuk perhatian yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasangan.

5. Kelola stres dengan baik

Stres dari pekerjaan, keluarga, atau masalah lain sering kali terbawa ke dalam hubungan tanpa disadari. Ketika emosi sedang tidak stabil, risiko salah paham maupun pertengkaran biasanya meningkat. 

Oleh karena itu, penting untuk mengenali kondisi diri sendiri dan mencari cara mengelola stres, misalnya dengan beristirahat, berolahraga, atau berbicara secara terbuka kepada pasangan mengenai apa yang sedang dirasakan.

Hubungan yang sehat bukan tentang menemukan pasangan yang sempurna, melainkan tentang dua orang yang sama-sama mau belajar, berkomunikasi, dan bertumbuh bersama. Selama kedua belah pihak merasa aman, dihargai, dan bisa menjadi diri sendiri, hubungan tersebut berada di jalur yang sehat.