Jakarta – Performa seorang atlet biasanya identik dengan perlengkapan yang digunakan, mulai dari busur, raket, hingga sepatu.
Namun bagi Kholidin, pemanah para-Indonesia, ada bagian tubuh yang justru memegang peran penting dalam tekniknya, yakni gigi dan mulut.
Sejak menekuni panahan pada 2017, Kholidin terus mengembangkan teknik yang memungkinkan dirinya menarik dan melepaskan tali busur menggunakan mulut dan giginya.
Teknik tersebut lahir melalui proses latihan, eksperimen, dan penyempurnaan yang dilakukan selama bertahun-tahun.
Dalam periode latihan intensif, Kholidin dapat melepaskan sekitar 250 hingga 500 anak panah dalam sehari.
Jumlah tersebut bahkan bisa mencapai 600 anak panah ketika memasuki fase latihan puncak, membuat gigi, gusi, dan rahangnya berulang kali menopang mekanisme untuk menarik serta melepaskan tali busur.
Bagi Kholidin, perkembangan teknik tersebut juga membuat perhatian terhadap kondisi gigi dan mulut menjadi bagian dari persiapannya sebagai atlet.
Ia menyadari teknik yang digunakan saat ini berbeda dari sebelumnya, tetapi kecintaannya terhadap panahan tetap menjadi dorongan untuk terus berkembang.
“Bagi saya, yang terpenting adalah terus mencari cara untuk menjadi lebih baik. Setiap latihan, setiap proses, dan setiap kemajuan menjadi motivasi bagi saya untuk terus melangkah maju,” ujar Kholidin, dikutip Kamis (24/9/2026).
Baca juga: 432 Atlet Indonesia Siap Bertarung dalam Asian Games 2026
Menjaga Gigi untuk Menunjang Teknik Memanah
Kebutuhan menjaga kesehatan gigi dan mulut itu kemudian menjadi bagian dari kolaborasi “Bite Into Glory” antara Kholidin dan Pepsodent.
Dukungan yang diberikan mencakup perawatan periodontal profesional di Solo serta peningkatan rutinitas perawatan mulut yang disesuaikan dengan kebutuhannya sebagai pemanah para.
Oral Care Category Lead, Unilever Indonesia, Rikka Anggitha menjelaskan, perawatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Kholidin menuju Para Games 2026.
Kesehatan gigi dan mulut tidak lagi hanya berkaitan dengan rutinitas sehari-hari, tetapi juga menjadi salah satu hal yang perlu dijaga karena berkaitan langsung dengan teknik yang digunakannya saat berlatih dan bertanding.
“Kisah Kholidin menunjukkan bagaimana konsistensi, kerja keras, dan kegigihan dapat mendorong seorang atlet untuk terus berkembang dan berprestasi,” kata Rikka.
Menjelang Para Games 2026 yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026 di Prefektur Aichi, Jepang, Kholidin terus mematangkan persiapannya melalui latihan yang terfokus dan konsisten.
Ia juga membawa target untuk terus meningkatkan performa setelah melalui perjalanan panjang dalam mengembangkan teknik panahannya.
“Bagi saya, setiap kompetisi adalah kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan terus berkembang. Teknik saya mungkin berbeda, tetapi ambisi saya sebagai atlet tetap sama: menjadi lebih baik setiap hari dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Kholidin.
Melalui kolaborasi tersebut, Pepsodent memberikan dukungan terhadap perawatan kesehatan mulut Kholidin dalam persiapannya menuju panggung internasional.
Bagi sang atlet, menjaga gigi dan mulut menjadi bagian dari upaya mempertahankan salah satu elemen penting dalam teknik yang telah dikembangkannya selama bertahun-tahun.
Baca juga: Konsumsi Gula Tinggi, Waktu Sikat Gigi Masyarakat Masih Belum Tepat



