Jakarta – Amerika Serikat (AS) meluncurkan ChatGPT Mil, versi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT yang dirancang khusus untuk kebutuhan Departemen Perang AS (DOW).
Teknologi ini menjadi kemampuan AI terbaru yang ditempatkan di GenAI.mil, platform generative AI milik DOW untuk mendukung kebutuhan personel militer dan sipil.
Melansir keterangan resmi DOW, peluncuran ChatGPT Mil menandai tahap adopsi dari kemitraan antara Departemen Perang AS dan OpenAI yang telah dibangun sejak 2025.
ChatGPT Mil telah mendapatkan akreditasi untuk menangani Controlled Unclassified Information (CUI) pada Impact Level 5 (IL5) dan dirancang untuk penggunaan perusahaan secara aman dan konsisten.
Berbeda dari penggunaan ChatGPT untuk kebutuhan umum, ChatGPT Mil ditempatkan dalam lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan warfighter.
Pengalaman utamanya mencakup fitur chat, file, proyek, dan custom GPTs, dengan fitur tambahan yang akan dikembangkan secara bertahap.
Pada tahap awal, ChatGPT Mil mendukung pekerjaan berbasis dokumen yang tidak diklasifikasikan di lingkungan Departemen Perang. Penggunaannya mencakup perencanaan, kebijakan, logistik, hingga administrasi.
Dengan platform tersebut, Departemen Perang menargetkan penggunaan AI dalam skala besar yang dapat menjangkau lebih dari 3 juta personel.
Pemanfaatannya diharapkan membantu mempercepat pekerjaan rutin sekaligus memberikan lebih banyak waktu bagi personel untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih penting bagi Joint Force.
Kehadiran ChatGPT Mil juga menjadi bagian dari upaya Departemen Perang membangun ekosistem AI dengan berbagai model.
ChatGPT Mil ditempatkan di GenAI.mil bersama kemampuan AI frontier lainnya sehingga personel dapat memanfaatkan lebih dari satu teknologi AI dalam lingkungan yang sama.
Baca juga: WhatsApp Kenalkan Agen AI untuk Bantu Bisnis 24 Jam
Grok for Government Ikut Masuk GenAI.mil
Selain ChatGPT Mil, Departemen Perang AS juga meluncurkan Grok for Government dari Starshield AI ke dalam GenAI.mil.
Model ini juga telah mendapatkan akreditasi CUI pada Impact Level 5 (IL5) untuk mendukung penggunaan AI dalam lingkungan departemen.
Grok for Government menawarkan kemampuan seperti deep-thinking inference, mode penalaran adaptif Auto, Fast, dan Expert, customizable workspaces, proyek yang dapat dipertahankan, serta playbooks yang dapat digunakan untuk menyimpan dan memperluas pengetahuan institusional.
Departemen Perang menyebut kemampuan tersebut dapat digunakan dalam berbagai konteks pekerjaan, termasuk analisis riset pasar bagi personel pengadaan dan pengelolaan rantai pasok bagi personel logistik.
Masuknya Grok ke GenAI.mil juga menjadi bagian dari strategi percepatan AI Departemen Perang, khususnya dalam pengembangan aplikasi AI untuk kebutuhan perusahaan.
Sejak diluncurkan sembilan bulan lalu, GenAI.mil telah memiliki lebih dari 1,7 juta pengguna unik dari total lebih dari 3 juta personel Departemen Perang.
Dengan hadirnya Grok for Government, Departemen Perang menyebut ekosistem tersebut dapat memberikan pilihan teknologi AI yang lebih beragam sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu penyedia atau vendor lock-in.
Baca juga: Pertama di Dunia, AI Bantu Operasi Tumor Otak Secara Real-Time



