Artificial Ligament, Opsi Pemulihan Cepat pada Cedera ACL

William Ciputra11 Agustus 2026

Jakarta – Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dapat mengganggu stabilitas dan pergerakan lutut. Pada kondisi berat, cedera ini membutuhkan tindakan rekonstruksi dan proses pemulihan yang cukup panjang.

Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Sports Injury RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Christian Silas, Sp. OT, menjelaskan cedera ACL tidak hanya dialami atlet profesional.

Pegiat olahraga rekreasional juga dapat mengalami cedera tersebut, terutama saat melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi.

“Cedera ini terjadi ketika seseorang melakukan perubahan arah yang mendadak atau mendarat dengan posisi yang tidak tepat,” jelas dokter yang akrab disapa Dokter Silas, Selasa (11/8/2026).

Selain aktivitas high impact, risiko cedera ACL juga dapat meningkat pada orang yang memiliki riwayat cedera lutut, otot kaki yang kurang kuat, tingkat kebugaran tubuh yang buruk, kurang melakukan pemanasan, hingga menggunakan sepatu yang tidak sesuai dengan aktivitas.

Diagnosis cedera ACL dilakukan melalui wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada kondisi tertentu.

Dokter akan menanyakan kronologi cedera dan gejala yang dialami pasien, seperti terdengar bunyi “pop”, lutut bergeser, muncul bengkak dalam beberapa jam pertama, lutut terasa tidak stabil, hingga gerakan lutut yang terbatas.

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menguji tingkat kestabilan lutut. Pemeriksaan dapat meliputi Lachman Test, Anterior Drawer Test, Pivot Shift Test, atau Lever Sign Test sesuai dengan kondisi pasien.

Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan MRI untuk memastikan derajat keparahan cedera atau kemungkinan adanya gangguan lain pada lutut.

Durasi pemulihan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan metode rekonstruksi ACL.

Pada kondisi tertentu, pasien dapat menggunakan artificial ligament sebagai alternatif pengganti jaringan cangkok.

Baca juga: Kapan Orang dengan Obesitas Perlu Minum Obat?

Artificial Ligament untuk Pemulihan Lebih Cepat

Artificial ligament merupakan ligamen buatan berbahan sintetik dari polietilen khusus yang digunakan untuk menggantikan ligamen asli yang mengalami cedera.

Dokter Silas menjelaskan penggunaan artificial ligament dapat menjadi pilihan pada kondisi tertentu.

“Terutama ketika pasien membutuhkan pemulihan yang lebih cepat, kondisi jaringan tubuh kurang memadai, atau pada operasi revisi,” jelasnya.

Salah satu keunggulan metode ini adalah tidak membutuhkan sayatan tambahan untuk mengambil jaringan dari tubuh pasien.

Dengan demikian, nyeri dan kelemahan sementara pada area pengambilan jaringan dapat diminimalkan.

“Tidak membutuhkan sayatan tambahan untuk pengambilan jaringan, sehingga meminimalkan nyeri dan kelemahan sementara di area jaringan,” imbuh Dokter Silas.

Waktu tindakan juga lebih singkat karena dokter tidak perlu mengambil jaringan dari tubuh pasien. Prosedur ini membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit.

Selain itu, artificial ligament memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan konsisten. Waktu pemulihan setelah rekonstruksi juga lebih cepat dibandingkan penggunaan jaringan tubuh sendiri.

Pada rekonstruksi menggunakan jaringan tubuh sendiri, pemulihan terdiri dari lima fase. Dua belas minggu pertama berfokus pada kontrol nyeri, pemulihan gerak, dan penguatan otot.

Latihan kelincahan kemudian dilakukan pada bulan ketiga hingga keenam. Sementara latihan persiapan kembali berolahraga atau return to play baru dapat dimulai pada bulan keenam hingga ke-12 dan seterusnya.

Sementara pada rekonstruksi menggunakan artificial ligament, pemulihan terdiri dari empat fase.

Meski demikian, waktu kembali berolahraga atau beraktivitas normal tetap ditentukan berdasarkan evaluasi kekuatan dan fungsi lutut oleh dokter spesialis ortopedi dan fisioterapis.

Baca juga: Mengapa Perut Gampang Buncit dan Berat Badan Sulit Turun?