Aureate Collection, saat Batik Menyimpan Jejak Waktu di IFW 2026

William Ciputra3 Agustus 2026

Jakarta – Di tengah derasnya arus tren yang silih berganti, Adith for Rianty Batik memilih melangkah ke arah berbeda. Hal ini tampak dalam Aureate Collection mereka.

Koleksi tersebut diperkenalkan di panggung Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Melalui koleksi ini, Adith for Rianty Batik mengajak publik melihat sebagai arsip perjalanan, memori, dan nilai yang terus bertambah seiring waktu.

Nama Aureate diambil dari bahasa Latin aureus yang berarti “keemasan”. Namun, emas dalam koleksi ini bukan dimaknai sebagai kemewahan semata.

Emas dimaknai sebagai simbol kematangan, keanggunan, dan sesuatu yang nilainya justru meningkat setelah melewati perjalanan panjang.

Alih-alih mengejar kebaruan, Aureate Collection menawarkan cara pandang lain tentang fashion.

Koleksi ini mengingatkan bahwa keindahan tidak selalu lahir dari sesuatu yang baru, melainkan juga dari warisan yang terus hidup, beradaptasi, dan menemukan relevansinya di setiap zaman.

Baca juga: Eksplorasi Warna Pastel Bawa Ulos Lebih Dekat ke Gen Z

Batik Jadi Medium Bercerita

Gagasan tersebut diterjemahkan Adith melalui eksplorasi motif batik yang merepresentasikan memori, perjalanan hidup, hingga lapisan pengalaman yang membentuk karakter seseorang.

Setiap motif tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi menjadi bagian dari narasi yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini.

Pendekatan tersebut kemudian dipadukan dengan siluet modern yang bersih, feminin, dan elegan.

Potongan busana kontemporer memberi ruang bagi batik untuk tampil lebih ringan dan mudah dikenakan tanpa kehilangan identitas budayanya.

Hasilnya, Aureate Collection menghadirkan interpretasi baru terhadap batik yang terasa relevan bagi gaya hidup perempuan masa kini.

Beauty is never rushed. It is shaped by time, enriched by memories, and perfected through every journey,” menjadi filosofi yang melandasi keseluruhan koleksi.

Konsep tersebut juga tercermin pada permainan tekstur, komposisi warna, hingga konstruksi busana yang mengedepankan kesan anggun tanpa berlebihan.

Alih-alih mengandalkan detail yang kompleks, Aureate Collection justru menonjolkan keseimbangan antara kesederhanaan dan karakter, sehingga setiap look memiliki cerita yang ingin disampaikan.

Penampilan koleksi di panggung IFW 2026 turut disempurnakan melalui kolaborasi dengan Patris, yang menghadirkan sepatu dan tas sebagai pelengkap setiap tampilan.

Pemilihan aksesori tersebut dirancang menyatu dengan karakter koleksi sehingga tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi memperkuat keseluruhan narasi tentang perjalanan, kematangan, dan keindahan yang lahir dari proses.

Melalui Aureate Collection, Adith for Rianty Batik menunjukkan bahwa batik tidak harus selalu hadir dalam pendekatan yang konvensional.

Di tangan desainer, wastra Nusantara dapat terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman, sekaligus mempertahankan cerita dan nilai budaya yang telah diwariskan selama bergenerasi.

Pada akhirnya, koleksi ini menjadi pengingat bahwa seperti halnya manusia, karya terbaik juga lahir dari waktu, pengalaman, dan perjalanan panjang yang membentuknya.

Baca juga: LUMINARA Tampilkan Wajah Baru Wastra Nusantara di IFW 2026