Jakarta – Jam kerja boleh selesai, tetapi bagi banyak kaum urban di kota besar, hari belum benar-benar berakhir.
Ada yang langsung pulang, ada pula yang memilih mampir sejenak untuk bertemu teman, mencari suasana baru, atau sekadar melepas penat sebelum menghadapi perjalanan pulang.
Momen singkat setelah bekerja itu kemudian berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban.
Bukan soal pergi ke bar atau restoran, tetapi bagaimana seseorang memilih menggunakan waktu di antara selesainya pekerjaan dan dimulainya perjalanan pulang.
Gagasan mengenai momen yang dinantikan tersebut menjadi bagian dari kampanye global Heineken bertajuk The First Sip.
Alih-alih sekadar berbicara tentang produk, kampanye ini menyoroti sensasi ketika seseorang akhirnya mendapatkan apa yang sejak tadi dinantikan: first sip yang menyegarkan setelah melewati aktivitas sepanjang hari.
Baca juga: Menemukan Jeda dan Keseimbangan Melalui Ritual Wellness
Di Indonesia, gagasan tersebut terasa relevan dengan keseharian masyarakat perkotaan. Terutama ketika waktu setelah kantor tidak selalu langsung diikuti perjalanan pulang.
Kemacetan dan padatnya mobilitas membuat sebagian orang memilih menikmati waktu sejenak sebelum kembali ke rumah.
Dari sinilah pengalaman Afterwork by Heineken MasterGlass hadir. Diperkenalkan di SKYE Rooftop Bar & Dining, Jakarta, pengalaman ini menawarkan aktivitas yang sedikit berbeda untuk mengisi waktu setelah bekerja.
Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati suasana sore, tetapi juga bisa mencoba keterampilan baru melalui sesi yang memperkenalkan standar Heineken Star Serve dan cara mendapatkan perfect pour.
Aktivitas tersebut memberikan elemen pengalaman yang membuat waktu afterwork terasa lebih dari sekadar berkumpul.
“The First Sip berangkat dari insight sederhana bahwa ada momen yang layak untuk dinantikan. Di Indonesia, antisipasi itu bahkan bisa dimulai sebelum jam kerja benar-benar selesai,” ujar Kahfi Arif, Marketing Manager Heineken, PT Multi Bintang Indonesia Niaga, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, pengalaman tersebut juga dirancang agar momen setelah bekerja dapat diisi dengan aktivitas yang memungkinkan orang mencoba sesuatu yang baru sekaligus memperluas pertemanan.
“Melalui MasterGlass, kami ingin membawa semangat ini ke momen afterwork, memberikan kesempatan bagi orang untuk mencoba sesuatu yang baru, mempelajari skill baru, bertemu dengan orang-orang baru, dan menikmati waktu bersama sebelum pulang,” lanjutnya.
Menariknya, pengalaman afterwork juga berkaitan dengan bagaimana seseorang mengatur waktu sebelum perjalanan pulang.
Di tengah mobilitas kota yang padat, tambahan waktu untuk bersantai bisa menjadi jeda kecil sebelum kembali ke rutinitas berikutnya.
Hal tersebut turut menjadi perhatian melalui program No Rush Hour, yang menghadirkan kolaborasi dengan Grab.
Program ini ditujukan untuk membantu konsumen menuju venue yang berpartisipasi dengan lebih nyaman, sehingga waktu setelah bekerja dapat dimanfaatkan terlebih dahulu sebelum perjalanan pulang dimulai.
Pengalaman Afterwork by Heineken MasterGlass sendiri berlangsung hingga Oktober di lebih dari 100 outlet yang berpartisipasi di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali.
Baca juga: Pentingnya Menjaga Keseimbangan Bakteri dalam Mulut



