Jakarta – Gelaran musik The Sound Project Vol. 9 menyisakan kegaduhan. Hal ini berkat adanya challenge hafalan Al-Quran berhadiah minuman keras (miras) yang terjadi di salah satu booth sponsor festival tersebut.
Informasi ini pertama kali diunggah akun Threads @jarrkojar. Akun tersebut menceritakan momen saat ia menunggu salah satu penampil di lokasi The Sound Project.
Lalu akun itu menambahkan, saat menunggu itu ternyata ia dikejutkan dengan aktivitas di salah satu booth sponsor yang membuat challenge yang cukup nyeleneh.
“Booth sebelah bikin challange ‘siapa yang hafal surah Ad-Duha dapet satu botol,” tulis @jarrkojar.
Dalam video yang diunggah, tampak beberapa orang sedang berkerumun di booth milik Newport. Newport sendiri merupakan merek minuman beralkohol golongan B produksi Orang Tua (OT) Group.
Baca juga: Transportasi ke Pulau Seribu Dikelola TransJakarta Mulai 2027
Dapat Kecaman Warganet
Sontak unggahan @jarrkojar ini mendapat respons luas dari warganet. Tantangan yang dilontarkan dalam aktivitas di booth itu dinilai tidak etis karena menyandingkan Al-Quran dengan minuman keras.
“Menurut gua kalian ga punya etika dan adab, lo jualan minuman tapi Al-Quran lo jadiin challange, dan dikasih 1 botol lagi. Sakit,” tulis @jarrkojar.
Sementara akun @begawaimusic menyebutkan brand minuman keras sudah sering melakukan strategi marketing seperti itu.
“Nanti giliran orang bereaksi dibilangnya overracted,” tulisnya.
“Ini parah sih. Bener-bener butuh sepanci adab. Al-Quran dijadiin becandaan loh, sakit sih,” tulis @dianwidayanti.
MC Booth Klarifikasi
Setelah ditelusuri, ternyata MC di booth Newport yang melontarkan tantangan itu adalah Ega, pemilik akun Instagram @aqueer_.
Dalam pernyataannya ia membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu terjadi pada Minggu (9/8/2026), lalu menjelaskan kronologinya.
“1. Pada saat jeda acara, saya melakukan interaksi dengan pengunjung. 2. Lalu, ada audiens yang memakai atasan putih tiba-tiba mengambil mic saya. 3. Audiens tersebut langsung memberikan sayembara melafalkan salah satu surat kepada pengunjung lain dengan imbalan yang ditawarkan oleh audiens tersebut. 4. Ketika mengetahui penyampaian sayembara tersebut, saya lalai untuk mengambil alih mic tersebut, karena pada dasarnya MC memiliki tugas dan kewajiban untuk memastikan acara berlangsung sesuai konsep yang telah ditentukan oleh brand,” tulisnya.
“Dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang berlangsung pada saat itu,” lanjutnya.
The Sound Project Buka Suara
Selain Ega, penyelenggara The Sound Project (TSP) pun turut buka suara. Dalam pernyataan resminya, TSP mengecam dugaan penistaan agama tersebut.
“Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” tegas TSP di akun Instagram-nya.
TSP menegaskan, kejadian itu di luar kendali penyelenggara acara. Namun demikian, TSP juga mengaku akan melakukan evaluasi internal.
Baca juga: BMKG Imbau Warga Kaltim Waspadai Kemarau Panjang
Newport Minta Maaf
Setelah viral dan panen kecaman, manajemen Newport pun menyampaikan klarifikasi atas insiden tersebut.
Dalam keterangannya, Newport menegaskan bahwa tantangan tersebut bukan agenda atau program promosi brand.
“Kami perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” tulis Newport.
MUI Mengecam
Insiden viral itu turut mendapat perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menegaskan, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang manapun.
Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa gimmick pemasaran yang memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku.
“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Prof Niam.
Ia menambahkan, Al-Quran merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi.
Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Al-Quran.
“Membuat gimmick membaca Al-Quran dengan iming-iming hadiah minuman keras adalah bentuk perendahan kesucian Al-Quran,” lanjutnya.
Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Dugaan penistaan agama itu sudah sampai ke meja kepolisian. Advokat Mochammad Rizki Abdullah dari Tim Hukum Muslim melaporkan dugaan penistaan agama tersebut ke Polda Metro Jaya.
Dalam keterangannya, Rizki menyebut melaporkan sejumlah pihak, termasuk Revnaldo Ega selaku MC di booth Newport. Laporan teregister dengan nomor LP/B/5914/VIII/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 11 Agustus 2026.
“Kami akan laporkan kurang lebih lima pihak. Pertama itu ialah EO dari acara tersebut, acara sampah tersebut. Kedua, produsen daripada miras. Ketiga, ada dua orang MC. Lalu yang terakhir itu perempuan yang melafazkan Al-Qur’an demi mendapatkan satu botol miras, gitu,” kata Rizki kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
Kelima pihak tersebut dilaporkan terkait dugaan Pasal 300 KUHP tentang tindak pidana di muka umum yang bersifat permusuhan, menyatakan kebencian, atau menghasut kekerasan/diskriminasi terhadap agama, kepercayaan orang lain, atau golongan berdasarkan agama di Indonesia.
Baca juga: BGN Copot 137 Kepala Dapur MBG di Seluruh Indonesia


