Ekonomi Bertumbuh Lewat Fashion dalam JSD 2026

William Ciputra2 Agustus 2026

Jakarta – Fashion tak lagi sekadar soal gaya berpakaian. Lewat Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, industri fashion menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif.

Digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, JSD Blok M Festival mengusung konsep festival distrik dengan 12 zona, mulai dari dari fashion, musik, seni, beauty & wellness, hingga kuliner.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut mengapresiasi gelaran JSD Blok M Festival 2026.

Menurutnya, kolaborasi dalam acara ini mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Ketika berbagai subsektor ekonomi kreatif bersinergi dalam satu ruang adaptif, dampaknya jauh lebih besar, mulai dari terciptanya audiens bersama, efisiensi promosi, hingga terbuka peluang ekspor dan penguatan posisi jenama lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Teuku Riefky Harsya, dikutip Minggu (2/8/2026).

Baca juga:

Fashion Jadi Pintu Masuk Penguatan Jenama Lokal

Sejak pertama kali digelar pada 2017, Jakarta Sneakers Day berkembang menjadi salah satu festival sneaker dan streetwear terbesar di Indonesia.

Tahun ini, penyelenggara menghadirkan lebih dari 260 gerai, dengan sekitar 75 persen di antaranya merupakan merek lokal.

Sejumlah brand seperti Cardinal, Clover, Eiger, HSF Eyewear, ISSHU, Kanky, Mars on Earth, Morteils, Othman, Weidenman Urban, White Noise, hingga 910 NineTen turut memanfaatkan festival ini untuk memperkenalkan koleksi terbaru mereka.

Menurut Teuku Riefky, pemanfaatan ruang publik melalui festival kolaboratif seperti JSD menciptakan nilai tambah tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga kawasan tempat acara berlangsung.

Kementerian Ekraf, kata dia, berharap semakin banyak inovasi dan kolaborasi seperti JSD Blok M Festival yang mampu memberi kesempatan bagi generasi muda.

“Inilah bentuk ekonomi kreatif yang tumbuh dari komunitas sekaligus memiliki daya saing yang mengakomodasi gerakan kolektif,” katanya.

Baca juga:

Buka Peluang Pasar Lebih Luas

Sementara itu CEO Infia Corp, Aji Pratomo, mengatakan JSD Blok M Festival lahir dari keinginan menghadirkan ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif yang selama ini tumbuh di kawasan Blok M.

“Kami mengajak berbagai event, komunitas, dan jenama untuk berkolaborasi dalam satu festival sehingga pengunjung bisa menikmati pengalaman yang lebih lengkap sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pegiat usaha di kawasan ini,” ujarnya.

Salah satu jenama lokal yang ikut berpartisipasi, Othman, juga melihat festival seperti JSD sebagai peluang memperluas pasar.

Pendirinya, Dimas Muhammad Rusydi atau Dimboy, berharap semakin banyak brand lokal mendapat dukungan untuk menembus pasar internasional.

“Pengalaman Othman yang berhasil memperkenalkan produk hingga Jepang menunjukkan bahwa karya anak bangsa memiliki daya saing global,” kata Dimboy.

Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi kreatif nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun, atau berkontribusi 7,38 persen terhadap PDB nasional.

Sektor ini juga menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja, menjadikannya salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca juga: