Ekspor Album KPop Tembus Rp4,6 Triliun di Semester I 2026

William Ciputra21 Juli 2026

Jakarta – Industri musik Korea Selatan kembali mencatatkan pencapaian baru di pasar global. Nilai ekspor album KPop mencapai US$257,48 juta atau sekitar Rp4,6 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2026, menjadi rekor tertinggi untuk periode semester pertama sejak pencatatan dilakukan.

Menurut data Korea Customs Service (KCS), nilai tersebut melonjak 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ekspor ini didorong oleh tingginya permintaan album fisik dari sejumlah artis KPop papan atas, terutama setelah kembalinya BTS dengan album studio kelima bertajuk ARIRANG.

Album tersebut menjadi karya baru BTS setelah jeda hampir empat tahun dan langsung mendominasi tangga lagu internasional, termasuk Billboard 200 dan Billboard Hot 100 melalui lagu utamanya.

Selain BTS, comeback BLACKPINK juga turut mendongkrak penjualan album fisik. Mini album ketiga mereka, Deadline, tercatat telah terjual hampir dua juta kopi hingga Juni 2026 sehingga ikut memperkuat ekspor industri musik Korea Selatan.

Amerika Serikat menjadi pasar terbesar album KPop dengan nilai impor mencapai US$74,12 juta. Posisi berikutnya ditempati China sebesar US$61,18 juta dan Jepang US$45,61 juta. Sementara itu, Jerman, Taiwan, Hong Kong, Belanda, Inggris, Prancis, dan Polandia melengkapi daftar 10 negara tujuan ekspor terbesar.

Baca juga: KPop Demon Hunters Masih Rajai Netflix, Tembus 648 Juta Penonton

Album Fisik Tetap Jadi Andalan KPop

Di tengah dominasi layanan streaming musik, album fisik justru masih menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi industri KPop.

Berbeda dengan album musik pada umumnya, album KPop dipasarkan sebagai produk koleksi yang dilengkapi photobook, photocard, poster, hingga berbagai edisi eksklusif yang mendorong penggemar membeli lebih dari satu versi album.

Fenomena tersebut membuat permintaan album fisik KPop tetap tinggi, bahkan di pasar yang telah lama beralih ke layanan streaming. Di Amerika Serikat, misalnya, penjualan CD justru mengalami pertumbuhan pada paruh pertama 2026 dan salah satu pendorong utamanya berasal dari tingginya minat terhadap album KPop, khususnya BTS.

Sejak kuartal pertama 2026, ekspor album KPop sebenarnya sudah menunjukkan tren positif. Nilai ekspor pada periode Januari-Maret bahkan untuk pertama kalinya melampaui US$100 juta, dengan Amerika Serikat berhasil menggeser Jepang sebagai pasar terbesar album KPop.

Baca juga: Deretan Superstar yang Bakal Meriahkan Closing Ceremony Piala Dunia 2026

BTS dan BLACKPINK Dongkrak Ekspor

Comeback BTS setelah seluruh anggota menyelesaikan wajib militer menjadi salah satu faktor terbesar di balik lonjakan ekspor tahun ini.

Album ARIRANG tidak hanya mencetak penjualan fisik yang tinggi, tetapi juga diikuti tur dunia berskala besar yang semakin memperkuat antusiasme penggemar terhadap berbagai produk resmi grup tersebut.

Di sisi lain, BLACKPINK juga mempertahankan daya tarik globalnya lewat perilisan mini album Deadline pada Februari 2026.

Kehadiran dua grup terbesar KPop tersebut dalam waktu berdekatan dinilai memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekspor industri musik Korea Selatan pada semester pertama tahun ini.

Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa musik KPop tidak hanya menjadi produk budaya populer, tetapi juga telah berkembang menjadi salah satu komoditas ekspor bernilai tinggi bagi Korea Selatan.

Selain menghasilkan devisa miliaran dolar setiap tahun, industri ini turut memperkuat pengaruh budaya Korea atau Korean Wave di berbagai belahan dunia melalui musik, konser, hingga penjualan merchandise resmi.