Jakarta – Film adaptasi novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.
Film ini membawa kembali kisah perjuangan dan pergulatan anak muda ke layar lebar untuk dikenalkan kepada generasi hari ini.
Pemilihan tanggal tersebut bukan tanpa alasan. Rumah produksi Pal8 Pictures menempatkan jadwal tayang sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, sebagai bagian dari upaya merayakan semangat anak muda Indonesia.
“Pastinya, kami akan merilis film Laut Bercerita di bioskop-bioskop umum pada 29 Oktober karena kami ingin merayakan anak-anak muda Indonesia,” kata produser Gita Fara dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Disutradarai Yosep Anggi Noen, Laut Bercerita diadaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Leila S. Chudori.
Film ini diharapkan menjadi jembatan bagi penonton masa kini untuk melihat kembali berbagai persoalan dan perjuangan yang pernah dialami generasi sebelumnya.
Baca juga: Tiga Film Pendek Playvul NYRA Tembus Festival Film Internasional
Gita mengatakan, kehadiran film ini diharapkan dapat membuka kembali jendela ke masa lalu sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk memahami sejarah dari perspektif yang lebih dekat dengan mereka.
Pesan tersebut tidak berhenti pada upaya mengenalkan kembali masa lalu. Melalui kisah yang diangkat, film ini juga ingin mendorong anak muda untuk tetap berani memiliki mimpi dan mengambil peran dalam kehidupan sosial dengan cara masing-masing.
Namun, perjalanan Laut Bercerita di bioskop nantinya tetap bergantung pada respons penonton. Pihak rumah produksi menegaskan bahwa film ini akan diperlakukan sebagai film komersial.
“Penonton pada hari pertama, kedua, ketiga, dan keempat akan menjadi penentu bagaimana nasib film tersebut. Jika pemutaran mulai dikurangi, hal itu bisa terjadi karena minat penonton atau karena penonton belum datang ke bioskop,” ujar Gita.
Laut Bercerita mengikuti kisah Laut Biru, seorang mahasiswa dan aktivis yang hidup di tengah gejolak politik Indonesia pada akhir 1990-an.
Cerita berpusat pada Laut dan kelompoknya yang aktif menyuarakan perubahan serta melawan ketidakadilan.
Aktivitas tersebut membuat mereka berhadapan dengan risiko besar hingga Laut dan sejumlah rekannya diculik dan menghilang.
Kisah kemudian bergerak dari sudut pandang Laut sebagai aktivis ke perspektif Asmara Jati, adiknya.
Asmara bersama keluarga dan orang-orang terdekat Laut terus mencari jawaban tentang keberadaannya, sekaligus menghadapi ketidakpastian mengenai nasib para aktivis yang hilang.
Di balik kisah keluarga dan perjuangan mencari orang yang hilang, Laut Bercerita membawa tema tentang persahabatan, keluarga, keberanian, kehilangan, dan ingatan terhadap sejarah.
Film ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah peristiwa politik meninggalkan dampak panjang bagi keluarga dan generasi setelahnya.



