Makanan dan Minuman Ini Bantu Kurangi Jet Lag saat Traveling

William Ciputra3 Agustus 2026

JakartaJet lag menjadi salah satu masalah yang kerap dialami saat traveling yang melintasi beberapa zona waktu.

Kondisi ini dapat memicu gangguan tidur, rasa lelah di siang hari, sakit kepala, hingga masalah pencernaan yang membuat perjalanan terasa kurang nyaman.

Jet lag terjadi ketika jam biologis tubuh belum mampu menyesuaikan diri dengan zona waktu di tempat tujuan.

Meski tidak bisa dicegah sepenuhnya, para ahli menyebut pola makan dan minum yang tepat dapat membantu mengurangi gejalanya.

Persiapan bahkan bisa dimulai sejak masih berada di perjalanan. Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) menyarankan kamu untuk tetap terhidrasi, rutin melakukan peregangan, serta mencoba tidur mengikuti waktu di destinasi.

Sebaliknya, konsumsi kafein dan alkohol selama penerbangan sebaiknya dibatasi karena dapat memperburuk gejala jet lag.

Setelah tiba di tujuan, salah satu langkah yang dianjurkan adalah segera menyesuaikan jadwal makan dengan waktu setempat.

Ahli nutrisi dari University of Minnesota, Joanne Slavin, mengatakan tubuh akan lebih mudah beradaptasi apabila pola makan langsung mengikuti rutinitas di lokasi tujuan.

Jika tiba pada pagi hari, misalnya, sebaiknya langsung mengonsumsi sarapan meski tubuh belum merasa lapar.

Sebuah penelitian pada 2023 juga menemukan bahwa memperbanyak porsi sarapan dan melewatkan makan malam selama tiga hari pertama setelah berpindah zona waktu dapat membantu mempercepat pemulihan dari jet lag.

Baca juga:

Atur Pola Makan Sejak Perjalanan

Selain waktu makan, jenis makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh. Pada hari-hari pertama, kamu disarankan memilih makanan yang sudah akrab bagi sistem pencernaan agar tubuh tidak bekerja lebih keras.

Ahli gizi Mayo Clinic, Tara Schmidt, mengatakan porsi makan yang lebih kecil akan lebih mudah ditoleransi. Apalagi bagi kamu yang lambungnya sensitif setelah penerbangan jauh.

“Porsi makan yang lebih kecil umumnya lebih mudah ditoleransi, terutama jika kamu memiliki lambung sensitif atau sedang mengalami gangguan saluran cerna,” ujar Tara Schmidt, dikutip dari EuroNews.

Seiring tubuh mulai beradaptasi, porsi makan dapat ditingkatkan secara bertahap. Namun, makanan yang belum pernah dikonsumsi sebaiknya tetap dibatasi karena berisiko memicu gangguan pencernaan.

Selain makanan, pilihan minuman juga berperan penting. Para ahli menyarankan untuk menghindari minuman beralkohol selama perjalanan maupun saat baru tiba di destinasi.

Schmidt mengatakan alkohol merupakan salah satu penyebab terganggunya kualitas tidur sehingga dapat memperparah jet lag.

“Meski terasa menyenangkan saat liburan, kami tetap menyarankan untuk menghindari alkohol karena alkohol sangat mengganggu kualitas tidur,” katanya.

Sementara itu, kopi atau teh tetap boleh dikonsumsi bagi mereka yang sudah terbiasa. Namun sebaiknya hanya pada pagi atau siang hari dan dihindari menjelang waktu tidur.

“Dehidrasi tentu dapat memperburuk rasa lelah dan gejala jet lag yang dirasakan,” tutur Schmidt.

Oleh itu, minum air putih sebelum, selama, dan setelah penerbangan menjadi salah satu cara paling sederhana untuk membantu tubuh tetap terhidrasi sekaligus mengurangi dampak jet lag.

Ketika perjalanan berakhir, para ahli juga menyarankan agar pola makan dan waktu tidur segera dikembalikan ke rutinitas semula.

Semakin cepat tubuh kembali beradaptasi dengan kebiasaan sehari-hari, semakin cepat pula proses pemulihan dari jet lag.

Baca juga: