Pembangunan 15.845 KDM Tuntas, Bakal Jadi Kebangkitan Ekonomi Rakyat

William Ciputra12 Juli 2026

Jakarta – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) terus menunjukkan progres. Pemerintah mengungkapkan sebanyak 15.845 KDMP kini telah rampung dibangun lengkap dengan gedung, gudang, gerai usaha, hingga berbagai fasilitas pendukung.

Jumlah tersebut menjadi bagian dari target pemerintah menghadirkan 40 ribu koperasi yang beroperasi di seluruh Indonesia hingga akhir 2026.

Baca juga: Terowongan Senayan City-Plaza Senayan, Urai Kemacetan hingga Lapak untuk UMKM

Selain menyelesaikan pembangunan fisik, pemerintah juga mulai mempersiapkan sumber daya manusia yang akan mengelola koperasi tersebut. Harapannya, KDMP tidak hanya berdiri sebagai bangunan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan hingga saat ini sebanyak 83 ribu badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah selesai diterbitkan. Sementara itu, dari sekitar 35 ribu koperasi yang menjadi tahap awal pembangunan, sebanyak 19.539 KDM lainnya masih dalam proses pengerjaan.

“Sudah 83.000 badan hukum akta dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah selesai. Kemudian yang 100 persen bangunan fisik, gudang, gerai, dan alat kelengkapannya berjumlah 15.845,” kata Ferry saat memberikan sambutan pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).

Ia menambahkan, pemerintah menargetkan seluruh pembangunan tahap awal dapat segera diselesaikan agar operasional koperasi bisa dimulai secara bertahap.

Baca juga: Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia!

Operasional ditargetkan dimulai Agustus

Menurut Ferry, pelatihan dan pendidikan bagi calon manajer KDM dijadwalkan rampung pada awal Agustus 2026. Setelah itu, para manajer akan ditempatkan di koperasi yang bangunannya telah selesai sehingga kegiatan operasional bisa segera berjalan.

Dalam kesempatan yang sama, Ferry juga meminta Presiden Prabowo Subianto berkenan meresmikan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang direncanakan berlangsung pada Agustus mendatang.

“Nanti atas perkenan Bapak, kami juga ingin Bapak Presiden meresmikan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, insyaallah di bulan Agustus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pemerintah kini tidak hanya berfokus menyelesaikan pembangunan fisik koperasi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian agar setiap KDM dapat dikelola secara profesional.

Oleh karena itu, pemerintah akan menggelar pelatihan bagi calon manajer koperasi pada 17-31 Juli 2026. Materi yang diberikan meliputi tata kelola koperasi, pengelolaan usaha, hingga pelayanan kepada anggota dan masyarakat.

Baca juga: 4 Tips Liburan ke Jepang usai Biaya Visa Naik per Juli 2026

Koperasi bangkitkan ekonomi rakyat

Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah ingin menjadikan koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, penguatan koperasi akan memastikan manfaat pembangunan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama petani, nelayan, dan buruh.

“Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia, kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan pemerintah ingin aktivitas ekonomi tumbuh dari desa hingga kabupaten sehingga manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat. Meski demikian, ia menegaskan penguatan koperasi bukan berarti mengesampingkan pelaku usaha lainnya.

“Saya ingatkan, kita tidak anti perusahaan besar. Indonesia ini negara besar. Kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, kita butuh BUMD. Kita butuh semuanya,” tegasnya.

Menurut Prabowo, seluruh pelaku ekonomi harus saling melengkapi sebagai bagian dari konsep Indonesia Incorporated. Dengan begitu, koperasi dapat tumbuh berdampingan dengan UMKM, perusahaan swasta, BUMN, maupun BUMD dalam memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.