Jakarta – Pesawat milik Porter Airlines dengan nomor penerbangan PD444 batal terbang akibat kelakuan toddler yang ogah mengenakan sabuk pengaman.
Melansir People, pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Victoria International Airport di Kanada dengan tujuan Toronto pada Kamis (6/8/2026).
Namun penerbangan dibatalkan setelah awak kabin melihat ada toddler yang berdiri di tempat duduk. Orang tua dan awak kabin kemudian “gagal” membujuk toddler itu untuk duduk dan memakai sabuk pengaman.
Maskapai Porter Airlines mengakui insiden tersebut. Dalam pernyataannya, maskapai menegaskan tidak bisa melanjutkan penerbangan dalam kondisi tidak aman tersebut.
“Maka dari itu awak kabin memilih untuk kembali ke terminal dan meminta penumpang itu turun,” kata maskapai dalam pernyataannya.
Baca juga: TransNusa Buka Rute Langsung Jakarta dan Bali ke Thailand
Akibat insiden tersebut, maskapai perlu waktu lebih lama untuk proses penurunan keluarga si toddler dan pengurusan dokumen.
Ketika proses rampung, waktu sudah melewati pukul 00.30 waktu setempat, yang merupakan waktu penutupan landasan pacu bandara, sehingga penerbangan akhirnya dibatalkan.
Meski demikian, pihak maskapai penerbangan tidak mengungkap ke publik identitas keluarga si toddler.
Porter Airlines sudah menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang lain. Penerbangan kemudian diubah menjadi Jumat (7/8/2026).
Menurut situs pelacakan penerbangan FlightAware, penerbangan itu berangkat dari YYJ sesuai jadwal baru yaitu Jumat pukul 22.49 waktu setempat.
Pesawat kemudian tiba di Toronto keesokan harinya pada pukul 6.16 waktu setempat.
Dalam pernyataan resminya, Porter Airlines menegaskan bahwa penggunaan kursi keselamatan dan sabuk pengaman untuk anak di bawah 2 tahun adalah wajib.
“Pengaman memberikan tingkat perlindungan tertinggi bagi bayi atau anak Anda, dan penggunaannya selama penerbangan sangat membantu jika terjadi turbulensi,” tulis maskapai.
Baca juga: Makanan dan Minuman Ini Bantu Kurangi Jet Lag saat Traveling



