Selera Anak Semakin Selektif, Begini Cara Jaga Nutrisinya

William Ciputra5 September 2026

Jakarta – Memasuki usia 7–12 tahun, anak mulai memiliki aktivitas yang semakin padat. Kegiatan belajar di sekolah, tugas akademis, hingga aktivitas di luar kelas membuat kebutuhan nutrisi perlu mendapat perhatian lebih.

Di sisi lain, semakin besar usia anak, semakin kuat pula preferensi mereka terhadap makanan dan minuman.

Kondisi ini dapat menjadi tantangan bagi orang tua ketika pilihan yang disukai anak belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Penelitian Universitas Gadjah Mada pada 2015 terhadap siswa SD dan SMP di Purbalingga menunjukkan adanya kecenderungan penolakan terhadap susu plain. Penolakan tersebut tercatat pada 53 persen siswa SD dan 39,5 persen siswa SMP.

Preferensi rasa juga terlihat dalam penelitian Universitas Negeri Surabaya pada 2016. Studi tersebut menemukan rasa cokelat menjadi varian favorit bagi 52,7 persen siswa sekolah dasar yang diteliti.

Baca juga: Minuman Coklat Bernutrisi untuk Atasi Krisis DHA Anak Sekolah

Pilihan rasa yang semakin spesifik membuat orang tua perlu mencari cara agar makanan dan minuman yang disukai anak tetap dapat mendukung kebutuhan nutrisi mereka.

Salah satu nutrisi yang penting diperhatikan adalah Docosahexaenoic Acid (DHA). DHA merupakan asam lemak esensial yang menjadi salah satu komponen penyusun jaringan otak.

Asupan nutrisi tersebut berkaitan dengan kebutuhan perkembangan fungsi kognitif, daya ingat, dan konsentrasi anak.

Pemenuhan DHA juga masih menjadi tantangan bagi anak-anak di Indonesia. Studi British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan 8 dari 10 anak Indonesia usia 4–12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah standar minimum yang direkomendasikan FAO/WHO.

Kondisi tersebut membuat pemenuhan nutrisi harian menjadi perhatian, terutama ketika anak mulai lebih selektif terhadap makanan dan minuman.

Orang tua pun perlu menemukan pilihan yang dapat menjembatani kebutuhan nutrisi dengan selera anak.

Salah satu pilihan yang hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Champion, minuman cokelat yang diperkaya DHA dan ditujukan untuk anak usia 7–12 tahun.

Produk ini juga mengandung 10 jenis vitamin serta cokelat malt yang memberikan pelepasan energi secara berkala atau sustained energy.

Kandungan DHA di dalamnya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung fungsi otak anak.

Sementara rasa cokelat menjadi pendekatan untuk membuat konsumsi nutrisi lebih mudah diterima oleh anak.

“Kami ingin Champion menjadi bagian dari perjalanan dan cerita itu, membantu para ibu menghadirkan pilihan yang membantu kebutuhan nutrisi anak, sekaligus tetap memiliki rasa yang enak dan dapat dinikmati oleh anak-anak,” kata Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, Haruman Rustandi.

Pendekatan tersebut membawa pesan “Juara Enaknya, Juara Nutrisinya!” yang menempatkan rasa dan nutrisi sebagai dua hal yang dapat berjalan beriringan.

Dengan begitu, orang tua dapat mempertimbangkan pilihan minuman yang sesuai dengan selera anak sekaligus mendukung kebutuhan nutrisi hariannya.

Baca juga: Gangguan Pencernaan Anak, Kapan Harus ke Dokter?