Jakarta – Setelah 20 tahun sejak film pertamanya dirilis, Berbagi Suami 2.0 resmi menyelesaikan proses syuting. Saat ini, film tersebut memasuki tahap pascaproduksi dan dijadwalkan tayang 2027 mendatang.
Pengambilan gambar dimulai pada 21 Mei 2026 di Yogyakarta, lalu berlanjut ke Solo dan Jakarta. Berbagi Suami 2.0 mengangkat kisah tiga perempuan beserta anak-anak mereka yang hidup dalam bayang-bayang poligami.
Film ini mengeksplorasi dampak emosional yang masih membekas, bahkan setelah orang tua mereka meninggal dunia.
Sutradara sekaligus penulis Nia Dinata mengatakan film ini kembali mengajak penonton melihat ketimpangan relasi dalam keluarga dari sudut pandang yang lebih dekat dengan realitas saat ini.
“Sinema adalah ruang artistik untuk mengungkapkan keresahan dan ketidakadilan dengan luwes dan terbuka. Sudah saatnya kita mempertanyakan kembali relasi kuasa yang timpang antara istri-suami, juga anak yang sudah menjadi bagian dari sebuah perkawinan,” ujar Nia Dinata, dikutip Selasa (28/7/2026).
Film ini mengambil latar masyarakat di luar Jakarta dengan menghadirkan dinamika sosial dan budaya yang berbeda. Selain isu poligami, cerita juga menyoroti posisi perempuan dan anak di tengah perubahan kehidupan keluarga pada era digital.
Baca juga: The Conjuring Hadir Lagi! Film Prekuel First Communion Dijadwalkan Tayang 2027
Mengangkat Sisi Lain Poligami
Dirilis pada 2006, Berbagi Suami menjadi salah satu film Indonesia yang banyak menuai perhatian. Pasalnya, film tersebut berani mengangkat tema poligami dari perspektif para perempuan.
Alih-alih berfokus pada sosok suami, film tersebut mengikuti kehidupan tiga perempuan dari latar sosial yang berbeda.
Mereka adalah Salma, seorang dokter yang menjadi istri pertama; Siti, perempuan desa yang dinikahi secara diam-diam; dan Ming, pelayan restoran yang terjebak dalam pernikahan poligami dengan seorang pria keturunan Tionghoa.
Ketiga kisah itu memperlihatkan bagaimana poligami menghadirkan persoalan yang berbeda bagi setiap keluarga, mulai dari pergulatan batin, tekanan sosial, hingga hilangnya ruang bagi perempuan untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri.
Berkat pendekatan tersebut, Berbagi Suami mendapat apresiasi luas dari kritikus film dan tampil di berbagai festival internasional.
Film ini juga meraih penghargaan Film Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2006 serta membawa Nia Dinata meraih penghargaan Sutradara Terbaik.
Baca juga: for Revenge Rilis Original Song untuk Film Spider-Man: Brand New Day
Melissa Karim Jadi Produser
Sekuel ini kembali diproduksi di bawah rumah produksi Kalyana Shira Films. Kali ini, aktris Melissa Karim ikut duduk sebagai produser.
Melissa memiliki hubungan khusus dengan waralaba tersebut. Dua dekade lalu, ia tampil sebagai salah satu pemeran anak yang baru mengetahui ayahnya menjalani kehidupan poligami.
“Sekarang saya membuat film ini bersama tim yang sudah begitu lama kenal, bagaikan sebuah keluarga besar yang memiliki satu visi, untuk terus membuat film yang kritis dan baik bagi masyarakat kita,” kata Melissa Karim.
Nuansa reuni juga terasa di balik layar. Sejumlah kru yang terlibat dalam film pertama kembali bergabung. Mereka antara lain sinematografi Ipung Rachmat Syaiful, penata busana Tania Soeprapto, serta penata musik Aghi Narottama dan Ramondo Gascaro.
Sementara itu, jajaran pemain Berbagi Suami 2.0 diisi oleh Morgan Oey, Jihane Almira, Atiqah Hasiholan, Rory Asyari, Tara Basro, Aming, Didik Nini Thowok.
Lalu Ferry Salim, Leony V.H, Olga Lydia, Melissa Karim, Ayushita, Ersa Mayori, serta memperkenalkan aktris muda Sharon Sitania. Film ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Titi DJ.
Baca juga: Film Jalan Pulang Angkat Makna Kebaya Sebagai Warisan Keluarga



