Garut Bakal Disulap Jadi Laboratorium Kemitraan Industri Italia–Indonesia

William Ciputra30 Juli 2026

Jakarta – Garut sudah lama dikenal sebagai salah satu sentra industri kulit terbesar di Indonesia. Bahkan kawasan Sukaregangdi Garut dikenal sebagai pusat penyamakan kulit dan produksi berbagai produk berbahan kulit.

Potensi tersebut kini menarik perhatian Italia. Melalui misi dagang yang digelar di sela BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Garut diusulkan menjadi pilot master plan kawasan industri mode dan kulit terpadu yang menggabungkan manufaktur, pariwisata, dan budaya dalam satu ekosistem.

Usulan itu merupakan hasil kunjungan delegasi Italia ke sentra penyamakan kulit Sukaregang pada 27 Juli 2026 lalu. Kunjungan tersebut menjadi pembuka rangkaian misi dagang yang dipimpin Italian Trade Agency (ITA) Jakarta Trade Office.

Dalam misi tersebut, ITA menggandeng ASSOMAC, asosiasi produsen mesin dan teknologi untuk industri alas kaki, barang kulit, dan penyamakan kulit asal Italia, bersama Assocalzaturifici dan SACE.

Delegasi Italia kemudian memaparkan hasil kunjungan tersebut dalam forum yang dihadiri APPMI, APRISINDO, serta perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koperasi dan UKM.

Menurut General Director ASSOMAC, Agostino Apolito, Garut memiliki potensi untuk berkembang menjadi kawasan industri kulit berkelas internasional.

“Garut berpotensi menjadi laboratorium teritorial bagi kemitraan industri Italia–Indonesia sebagai sebuah distrik mode dan kulit yang memadukan peluang dari CEPA, ambisi pertumbuhan tinggi, standar internasional, dan identitas lokal,” katanya, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: 50 Desainer Dunia Meriahkan JF3 Fashion Festival 2026

Kolaborasi Teknologi hingga Akses Pasar

Menurut ASSOMAC, pengembangan Garut tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan industri.

Proyek tersebut juga dirancang untuk mendorong transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, penguatan kelembagaan, hingga investasi dari Italia.

Inisiatif ini dinilai sejalan dengan EU–Indonesia Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang ditargetkan mulai berlaku pada awal 2027. Kesepakatan itu diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap teknologi, material, standar produksi, dan rantai nilai global.

Delegasi Italia juga memperkenalkan peluang kolaborasi melalui MICAM Milano, salah satu pameran alas kaki terbesar di dunia yang mempertemukan ratusan merek dengan pembeli internasional.

Selain itu, Assocalzaturifici meluncurkan kampanye Shoes First yang menempatkan sepatu sebagai bagian dari identitas dan budaya, bukan sekadar pelengkap busana.

Sementara SACE menawarkan skema pembiayaan untuk memperkuat kemitraan antara perusahaan Italia dan Indonesia. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat investasi sekaligus memperkuat rantai pasok industri alas kaki dan kulit.

Kolaborasi ini disambut baik oleh Ketua DPW Jawa Barat APRISINDO, Henny Setiadi. Ia menilai kolaborasi menjadi peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar global.

“Kolaborasi dengan mitra Italia membuka peluang bagi pelaku industri alas kaki dan kulit Indonesia untuk naik kelas, baik dari sisi teknologi, standar kualitas, maupun akses pasar global,” kata Henny.

Sebagai tindak lanjut, Indonesia dan Italia akan melanjutkan pembahasan melalui business matchmaking, transfer teknologi, dan peluang investasi antara produsen mesin Italia dengan pelaku industri kulit dan alas kaki Indonesia.

Rangkaian kolaborasi tersebut juga akan berlanjut pada pameran MICAM Milano dan Simac Tanning Tech di Milan, Italia, pada September 2026 mendatang.

Baca juga: Jadi Tren Fashion Baru, Begini Cara Memilih Barrel Pants yang Pas