Pelatihan Kerja di Jakarta Makin Masif untuk Tekan Pengangguran

William Ciputra22 Juli 2026

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperluas program pelatihan kerja sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran di ibu kota.

Selain membekali warga dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, program tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Sepanjang 2026, berbagai program peningkatan kompetensi telah menjangkau ribuan warga. Salah satunya melalui Mobile Training Unit (MTU) yang diikuti sebanyak 2.731 peserta. Program ini menghadirkan pelatihan keterampilan secara langsung di berbagai wilayah Jakarta agar lebih mudah diakses masyarakat.

Selain itu, pelatihan reguler yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah diikuti 630 peserta. Sementara bagi lulusan SMA atau sederajat, tersedia program magang yang melibatkan 107 perusahaan dengan total 1.000 peserta.

Tak hanya meningkatkan keterampilan, Pemprov DKI juga membuka akses kerja melalui program padat karya yang menyediakan 2.843 lowongan kerja di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

“Seperti, pelaksanaan program padat karya yang kemarin kita luncurkan untuk 2.843 lowongan kerja baru di Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup, Pertamanan, dan Hutan Kota,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Baca juga: Terowongan Senayan City-Plaza Senayan, Urai Kemacetan hingga Lapak untuk UMKM

Pramono mengatakan, perluasan akses kerja melalui pelatihan, magang, dan program padat karya mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi ketenagakerjaan di Jakarta.

Menurut eks Sekretaris Kabinet di Era Presiden Joko Widodo ini, peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi yang seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta.

“Alhamdulillah kini menjadi semakin sehat, inklusif, dan itu tercermin dari angka-angka makro tetapi juga menghadirkan peluang kerja peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, tingkat partisipasi angkatan kerja pada 2026 meningkat 0,08 poin dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 65,48 persen. Jumlah penduduk yang bekerja juga bertambah sekitar 62,18 ribu orang, sehingga kini mencapai 5,2 juta orang.

Seiring dengan itu, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun menjadi 6,03 persen pada Februari 2026 atau membaik 0,15 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan melanjutkan kerja sama penempatan tenaga kerja ke berbagai negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Arab Saudi, dan sejumlah negara lainnya.

Menurut Pramono, program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi warga Jakarta untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja internasional.