Search

Pengiriman Smartphone Global Anjlok 20% pada Kuartal III 2026

William Ciputra•18 Oktober 2026

Pengiriman smartphone global mengalami penurunan 20% pada Q3 2026. (Unsplash/kuaileqie)

Jakarta – Pengiriman smartphone global turun 20% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III 2026, menjadi penurunan terdalam untuk periode tersebut dalam 14 tahun terakhir.

Temuan awal Counterpoint Research menunjukkan lonjakan harga komponen memori dan gangguan pasokan menekan pengiriman produsen serta mendorong kenaikan harga perangkat di pasar.

Dalam laporan Market Monitor, Counterpoint Research menyebut kenaikan harga DRAM (dynamic random-access memory) dan NAND, teknologi penyimpanan nonvolatil, memperburuk tekanan biaya produksi sepanjang kuartal III 2026.

Kenaikan biaya komponen atau bill of materials (BOM) dan keterbatasan pasokan membuat produsen harus menyesuaikan strategi pengiriman dan harga.

Analis Senior Counterpoint Research, Shilpi Jain, mengatakan krisis memori telah memasuki kuartal kedua berturut-turut dengan dampak penuh terhadap industri smartphone.

“Kelangkaan memori yang ekstrem mendorong pasar smartphone memasuki fase yang lebih selektif, mengubah strategi produsen peralatan asli (OEM), bahkan perilaku konsumen,” kata Jain, dilansir dari Siliconrepublic, Minggu (18/10/2026).

Baca juga: Daftar Harga Resmi iPhone 18 Pro dan Pro Max di Indonesia

Menurut Jain, konsumen kini cenderung menggunakan perangkat lebih lama, mempertimbangkan smartphone rekondisi, dan memprioritaskan perangkat dengan nilai lebih tinggi.

Sementara itu, produsen menyesuaikan portofolio produk, harga, serta strategi pasar untuk menjaga profitabilitas.

Kondisi tersebut meningkatkan tekanan pada segmen pasar massal, sementara permintaan perangkat premium relatif lebih tahan.

Akibatnya, kesenjangan antara konsumen yang sensitif terhadap harga dan pembeli perangkat premium semakin melebar.

Di tengah penurunan pasar tersebut, Samsung masih menempati posisi teratas pada kuartal III 2026.

Pengiriman perusahaan turun 3% secara tahunan, tetapi pangsa pasarnya meningkat menjadi 23%, sekaligus mencatatkan kenaikan pangsa pasar terbesar di antara produsen utama.

Apple juga memperkuat posisinya dengan pangsa pasar mencapai 22%, menembus angka 20% untuk pertama kalinya dalam periode kuartal III. Pencapaian ini terjadi meski pengiriman mengalami penurunan secara tahunan.

Sebaliknya, Xiaomi mengalami tekanan lebih besar. Pengiriman smartphone perusahaan tersebut turun lebih dari 30% secara tahunan, sementara pangsa pasarnya menyusut menjadi 10%.

Counterpoint mengaitkan penurunan Xiaomi dengan berkurangnya eksposur pada segmen harga rendah dan sejumlah pasar luar negeri noninti. Perusahaan juga menaikkan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan memperketat rencana pengiriman.

Untuk sisa 2026, Counterpoint memperkirakan pasar smartphone masih menghadapi tantangan akibat tingginya biaya komponen dan melemahnya daya beli konsumen.

Produsen diperkirakan terus memangkas produksi, menyederhanakan portofolio, serta memprioritaskan perangkat premium demi menjaga keuntungan.

Baca juga: Ponsel Flagship yang Masih Masuk Akal In This Economy