Jakarta – Turki berencana meluncurkan pesawat antariksanya ke bulan pada 2027. Pesawat ini dilengkapi dengan sistem propulsi hibrida yang dikembangkan di dalam negeri.
Menteri Perindustrian dan Teknologi Turki, Mehmet Fatih Kacır menjelaskan, Turki sedang memfinalisasi peluncuran misi ke bulan tersebut.
Menurut Kacır, propulsi hibrida buatan dalam negeri pada pesawat antariksa itu telah menyelesaikan seluruh tahap pengujian.
“Kami berhasil mewujudkan teknologi yang hanya bisa dilakukan oleh sangat sedikit negara di dunia,” kartanya seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (14/8/2026).
Baca juga: Inggris Gelontorkan Rp3,12 Triliun untuk Mobil Nol Emisi
Kacır menambahkan, infrastruktur antariksa telah menjadi salah satu pilar strategis bagi Turki. Negara itu juga tengah mengembangkan proyek satelit, termasuk Türksat 6A, İmece, Bilsat, RASAT, dan Göktürk-2.
Selain itu, Turki juga tengah mengupayakan akses mandiri dan hemat biaya ke luar angkasa melalui pembangunan pelabuh antariksa di Somalia.
Masih kata Kacır, pelabuhan antariksa tersebut akan mendukung peluncuran satelit dan pesawat luar angkasa yang dikembangkan di dalam negeri.
Kemajuan tersebut didukung oleh ekosistem antariksa domestik yang terus berkembang. Salah satunya adalah technopark antariksa yang direncakan di Middle East Technical University (METU).
Menurut Kacır technopark ini akan mempertemukan berbagai lembaga dan perusahaan untuk melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan.
Turki sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah International Astronautical Congress (IAC) ke-77 pada 5-6 Oktober 2026 di Antalya. Acara ini akan diikuti sekitar 10.000 peserta dari 100 negara.
Baca juga: AS Berlakukan Visa Bond Rp320 Juta untuk 50 Negara, Indonesia Termasuk?



