Jakarta – Mengembalikan kemasan produk setelah digunakan mulai didorong menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari melalui “Bring Back Goodness”.
Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Kao Indonesia melalui Kirei Lifestyle Innovation bersama Waston Indonesia yang mendorong pengembangan inovasi untuk mendukung kehidupan yang lebih bersih, sehat, dan indah bagi manusia dan bumi.
Direktur Kao Indonesia, Wisik Restu mengatakan, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.
Bagi Kao, kata Wisik, keberlanjutan merupakan tanggung jawab dan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya kami menghadirkan nilai dan solusi bagi masyarakat.
“Melalui Kirei Lifestyle Innovation, kami ingin menciptakan inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lingkungan,” ujar Wisik dikutip Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Mengalirkan Harapan di Tengah Puncak Musim Kemarau
Melalui “Bring Back Goodness”, konsumen dapat mengembalikan dua kemasan habis pakai produk Kao yang sudah dibersihkan dan dikeringkan. Kemasan tersebut dapat dimasukkan ke Do Good Box yang tersedia di lima gerai Watsons.
Sebagai bagian dari mekanisme program, konsumen yang mengembalikan kemasan akan mendapatkan voucher pembelian produk Kao selanjutnya. Voucher berlaku di lima gerai yang sama sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Do Good Box tersedia di Watsons Lippo Mall Puri, Watsons Bintaro Jaya Xchange Mall, Watsons Central Park Mall, Watsons Lippo Mall Nusantara, dan Watsons PIK Avenue Mall.
Kehadiran titik pengumpulan di gerai Watsons membuat kebiasaan tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas belanja.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat “Let’s Do Good Together” yang diusung Watsons dalam mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya keberlanjutan.
Peran konsumen menjadi bagian penting dalam gerakan ini. Setelah produk digunakan, kemasan tidak langsung berakhir sebagai sampah, tetapi terlebih dahulu dipilah, dibersihkan, dikeringkan, lalu dikembalikan melalui titik pengumpulan.
“Harapannya, semakin banyak konsumen yang terlibat, semakin kuat pula kebiasaan baik ini menjadi bagian dari keseharian,” lanjut Wisik.
“Bring Back Goodness” tidak hanya berbicara tentang pengembalian kemasan, tetapi juga upaya membentuk kebiasaan setelah produk selesai digunakan.
Semakin mudah proses tersebut dilakukan, semakin terbuka ruang bagi konsumen untuk ikut mengambil bagian dalam pengelolaan kemasan.
Baca juga: Timothy Ronald Bangun Sekolah Ke-5 di Sumba Timur



