Search

Jurnalis Lintas Media Pentaskan Wayang Orang Petruk Mantu

William Ciputra•13 Oktober 2026

Salah satu adegan dalam Wayang Jurnalis “Petruk Mantu”. (Dok. GIK)

Jakarta – Sebanyak 12 jurnalis dari berbagai media tampil di atas panggung membawakan lakon Petruk Mantu dalam program Wayang Jurnalis yang digelar Galeri Indonesia Kaya bersama Wayang Orang Bharata.

Melalui pementasan ini, para jurnalis yang sehari-hari meliput berbagai peristiwa berkesempatan merasakan langsung proses kreatif seni pertunjukan tradisional, mulai dari latihan hingga tampil sebagai pemain.

Pementasan tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya (GIK). Program Wayang Jurnalis pertama kali diperkenalkan pada 2014 dan kini kembali digelar untuk keenam kalinya setelah sempat vakum sejak 2020.

Program Director GIK, Renitasari Adrian menuturkan, program ini mengajak para jurnalis untuk terlibat langsung dalam menghidupkan cerita di atas panggung.

“Jika biasanya mereka berada di balik layar untuk meliput dan menceritakan sebuah pertunjukan, kali ini mereka berkesempatan untuk naik ke atas panggung dan menjadi bagian langsung dari proses kreatifnya,” ujar Renitasari, Sabtu (10/10/2026).

Lakon Petruk Mantu mengisahkan Petruk yang berusaha meminang Endang Nilowati untuk putranya, Lengkung Kusumo.

Namun, rencana tersebut menghadapi persoalan karena Endang Nilowati ternyata juga menjadi pujaan hati Prabu Kalapudaksa, sosok yang dikenal garang dan congkak.

Konflik di antara para tokoh dibalut humor dan kejadian penuh kejutan yang membuat kisah pewayangan terasa ringan dan menghibur.

Baca juga: Pokémon Lestarikan Budaya Indonesia Lewat Poké Wayang

Dalam pementasan ini, William Ciputra dari Urbanstories.id berperan sebagai Petruk. Shafinaz Nachiar dari CNBC Indonesia memerankan Endang Nilowati, Abdu Faisal dari LKBN Antara sebagai Lengkung Kusumo, dan Bayu Pradhana dari iNews TV sebagai Prabu Kalapudaksa.

Pemain lainnya berasal dari Harian Kompas/Kompas.id, Suara.com, Popmama.com, Narasi.tv, CNN Indonesia TV, Validnews.id, serta Popbela.com.

Pementasan ini melibatkan Teguh ‘Kenthus’ Ampiranto dari Wayang Orang Bharata sebagai sutradara.

Menurutnya, ruang pertunjukan seperti GIK berperan penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional dan mempertemukan seniman dengan masyarakat.

“Kami berterima kasih karena melalui ruang seperti ini, seni pertunjukan tradisional dapat terus hadir dan dinikmati dalam suasana yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Teguh.

Selain jurnalis dan seniman Wayang Orang Bharata, pertunjukan ini juga menghadirkan dalang cilik Kitama Arturo, yang saat ini masih berusia 12 tahun.

Kitama mulai tertarik pada dunia pewayangan sejak usia enam tahun setelah menerima hadiah wayang Gatotkaca dan beskap dalang.

Ia kemudian mempelajari kisah pewayangan secara mandiri melalui YouTube, buku cerita, serta bertanya kepada berbagai orang untuk memperdalam pengetahuannya.

Keterlibatan Kitama memperlihatkan bahwa pengenalan terhadap seni tradisional dapat dimulai sejak usia dini.

Melalui pengalaman belajar dan tampil, generasi muda memiliki kesempatan untuk memahami wayang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai seni pertunjukan yang terus berkembang.

Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan dan melibatkan lebih dari 2.000 pekerja seni.

Beragam program yang dihadirkan mencakup tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya.

Baca juga: Kisah Kaluna Home Sweet Loan Diangkat ke Panggung Musikal