Jakarta – Dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menggelar Festival Bahari yang berlangsung pada 19-20 September 2026.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu, Endro Mukti Wibowo menerangkan, festival tersebut dipusatkan di area belakang Kantor Kecamatan Kepulauan Seribu Utara di Pulau Pramuka.
“Festival Bahari menjadi pendukung dalam meningkatkan kunjungan wisata. Ini hal positif sehingga memacu perekonomian masyarakat sekitar,” kata Endro dikutip dari Antara, Rabu (9/9/2026).
Festival Bahari dimeriahkan dengan sejumlah aktivitas, termasuk sejumlah perlombaan yang melibatkan nelayan dan wisatawan.
Beberapa kegiatan itu di antaranya Gema Seribu, Jetski Paralel Slalom, Stand Up Paddle Board, Speed Race, penanaman mangrove, bersih-bersih pulau, penampilan musik dan lainnya.
Endro menyebutkan, Festival Bahari ini akan menghadirkan pengalaman bahari melalui olahraga, hiburan, rekreasi, dan kuliner.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap kelestarian laut,” pungkas Endro.
Baca juga: Nonton MotoGP Mandalika 2026 Makin Praktis dengan Paket ITDC
Destinasi Unggulan Jakarta
Kepulauan Seribu terus didorong menjadi destinasi wisata unggulan Jakarta yang menawarkan pengalaman bahari, sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.
Kepala Seksi Atraksi, Pemasaran, dan Ekonomi Kreatif pada Suku dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu, Mohammad Chairul Anwar menuturkan, dorongan itu didukung oleh posisi kepulauan yang istimewa.
“Kepulauan Seribu menawarkan wajah lain kota Jakarta yang hijau, alami, dan berbasis kelautan,” kata Chairul, dalam program Beranda Asta Cita Pro1 RRI Jakarta, pada Senin.
Menurut Chairul, daya tarik Kepulauan Seribu bukan hanya pada keindahan pantai dan laut.
Pengunjung, kata dia, bisa menikmati berbagai aktivitas, mulai dari snorkeling, diving, island hopping, wisata sejarah, edukasi konservasi, wisata kuliner, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.
“Wisatawan modern tidak hanya mencari tempat yang indah, tapi mencari aktivitas, cerita, dan pengalaman berkesan,” imbuhnya.
Kepulauan Seribu memiliki potensi wisata sejarah. Chairul menyebutkan, wisatawan bisa mengenal perjalanan sejarah Jakarta di Pulau Onrus, Kayangan, dan Kelor.
Selain sejarah, Kepulauan Seribu juga menawarkan wisata konservasi, fotografi, budaya, edukasi, hingga wisata keluarga.
Dalam pengembangan jangka panjang, Chairul menekankan pentingnya pariwisata berkelanjutan dengan tetap menjaga alam, budaya, serta kehidupan masyarakat pulau.
Ia menyebut Kepulauan Seribu bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan aset strategis yang dapat berkontribusi terhadap masa depan Jakarta.
“Pesan utamanya adalah bahwa generasi muda bukan hanya pengunjung, tapi bagian dari penggerak masa depan Kepulauan Seribu,” pungkasnya.
Baca juga: 4 Tips Liburan ke Jepang usai Biaya Visa Naik per Juli 2026



