Jakarta – Gangguan pencernaan pada anak dianggap sebagai masalah yang akan membaik dengan sendirinya. Padahal, beberapa keluhan seperti sakit perut yang berulang, muntah terus-menerus, diare berkepanjangan, hingga berat badan yang sulit naik bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan dokter, khususnya dokter gastro anak.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenterohepatologi Eka Hospital MT Haryono, dr Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), menjelaskan bahwa dokter gastro anak memiliki keahlian khusus untuk mendiagnosis dan menangani berbagai gangguan pada sistem pencernaan bayi, anak-anak, hingga remaja.
“Dokter gastro anak merupakan dokter spesialis anak yang telah menempuh pendidikan subspesialisasi untuk mendiagnosis, mengobati, dan mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan, mulai dari kerongkongan, lambung, usus, hingga organ hati dan pankreas pada bayi, anak, sampai remaja,” jelas Eva dalam diskusi media di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Baca juga: Takut Operasi Tiroid Karena Bekas Luka? Coba Metode RFA Tiroid
Gejala yang Harus Diwaspadai
Menurut Eva, ada sejumlah gejala yang sebaiknya tidak diabaikan oleh orang tua. Salah satunya adalah muntah atau diare yang berlangsung dalam waktu lama dan tidak kunjung membaik.
Selain itu, sakit perut yang sering kambuh, sembelit berkepanjangan, buang air besar disertai darah, hingga kesulitan menelan juga perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan.
Masalah pertumbuhan juga tak kalah penting. Anak yang berat badannya sulit naik, mengalami penurunan berat badan, atau justru makan banyak tetapi pertumbuhannya tidak optimal sebaiknya segera diperiksakan untuk mengetahui penyebabnya.
Dokter gastro anak juga menangani berbagai penyakit seperti alergi makanan, infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), Inflammatory Bowel Disease (IBD), hepatitis pada anak, atresia bilier, hingga bayi kuning yang berlangsung lebih dari dua minggu setelah lahir.
Endoskopi pada Anak Berbeda dengan Orang Dewasa
Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan endoskopi untuk melihat kondisi saluran pencernaan anak secara langsung.
Eva menjelaskan bahwa prosedur endoskopi pada anak berbeda dengan orang dewasa karena menggunakan alat khusus yang lebih kecil dan disesuaikan dengan anatomi tubuh anak.
“Endoskopi pada anak menggunakan alat khusus berukuran lebih kecil sesuai anatomi tubuh anak. Prosedur juga dilakukan dengan sedasi agar anak tertidur selama pemeriksaan sehingga lebih aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain menggunakan alat khusus, tindakan endoskopi anak juga dilakukan oleh dokter gastro anak bersama tim medis yang memantau kondisi pasien selama prosedur berlangsung.
Baca juga: 5 Kesalahan Pria dalam Perawatan Kulit yang Sering Dianggap Sepele
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Eva mengimbau orang tua segera membawa anak ke dokter apabila mengalami muntah atau diare kronis, buang air besar berdarah, nyeri perut hebat yang berulang hingga mengganggu aktivitas, maupun berat badan yang tidak kunjung naik atau justru menurun drastis.
Pemeriksaan juga perlu dilakukan jika kulit dan bagian putih mata anak tampak menguning, serta muncul keluhan seperti batuk yang sulit sembuh, sendawa berkepanjangan, bau mulut yang menetap, atau nyeri dada yang diduga berkaitan dengan gangguan saluran pencernaan.
Menurut Eva, pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab gangguan pencernaan sehingga anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisinya berkembang menjadi lebih serius.



