Kenapa Tetap Merasa Ngantuk Meski Sudah Minum Kopi?

William Ciputra2 Agustus 2026

Jakarta – Kopi menjadi pelarian ketika seseorang merasa mengantuk atau lelah tapi masih harus berkegiatan. Namun bagi sebagian orang, mereka bisa saja tetap mengantuk meski sudah meminum segelas kopi.

Kafein di dalam kopi memang bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa kimia di otak yang memicu rasa kantuk. Efek tersebut membuat seseorang merasa lebih segar dan waspada untuk sementara waktu.

Namun, mekanisme itu tidak selalu bekerja sama pada setiap orang sehingga ada yang justru tetap merasa lelah setelah minum kopi.

Kondisi tersebut bukan sekadar sugesti. Melansir India Times, sejumlah penelitian menunjukkan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap kafein.

1. Efek Adenosine Rebound

Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa kimia di otak yang memicu rasa kantuk. Namun, selama efek kafein berlangsung, adenosin tetap diproduksi dan menumpuk di dalam tubuh.

Ketika efek kafein mulai hilang, adenosin yang telah menumpuk akan kembali menempel pada reseptornya sehingga memicu rasa kantuk yang lebih kuat. Fenomena ini dikenal sebagai adenosine rebound.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal MDPI Biology menjelaskan bahwa adenosin memang terus meningkat selama seseorang terjaga dan menjadi salah satu mekanisme alami tubuh untuk mendorong tidur setelah efek kafein mereda.

Baca juga: Pria Wajib Tahu, Testosteron Rendah Juga Bikin Mudah Lelah!

2. Tubuh Sudah Terbiasa dengan Kafein

Orang yang rutin mengonsumsi kopi setiap hari dapat mengalami toleransi terhadap kafein. Kondisi ini membuat tubuh tidak lagi merespons kafein sekuat saat pertama kali mengonsumsinya.

Seiring waktu, otak menyesuaikan jumlah reseptor adenosin sehingga efek stimulan dari kopi menjadi berkurang. Akibatnya, rasa segar yang biasanya muncul setelah minum kopi tidak lagi terasa optimal.

Temuan tersebut juga didukung penelitian dalam Toxicology and Applied Pharmacology yang menunjukkan konsumsi kafein jangka panjang dapat mengubah aktivitas reseptor adenosin.

3. Kurang Tidur Berkualitas

Minum kopi memang dapat membantu menahan kantuk untuk sementara waktu, tetapi tidak bisa menggantikan kebutuhan tubuh akan tidur.

Bahkan, mengonsumsi kopi terlalu sore atau malam dapat mengganggu kualitas tidur.

Meski durasi tidur terlihat cukup, tidur yang dangkal atau sering terbangun membuat tubuh tetap lelah keesokan harinya sehingga kopi terasa tidak lagi efektif.

Baca juga: Djournal Monster Cafe Hadirkan Pengalaman Baru Ngopi di Blok M

4. Gula Berlebih yang Memicu Energy Crash

Bukan hanya kafein, bahan tambahan dalam kopi, seperti gula, juga dapat mempengaruhi energi tubuh.

Minuman kopi yang mengandung banyak gula, krimer, atau sirup dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat, lalu turun drastis dalam waktu singkat.

Penurunan inilah yang sering memicu rasa lemas, mengantuk, sulit berkonsentrasi, hingga muncul keinginan mengonsumsi makanan manis.

Bahkan pada sebagian orang, kopi hitam juga dapat mempengaruhi pengelolaan glukosa sehingga memicu penurunan energi setelah efek kafein mulai berkurang.

5. Dipengaruhi Hormon Stres dan Faktor Genetik

Kafein merangsang pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon tersebut memberikan dorongan energi dalam waktu singkat, tetapi ketika kadarnya kembali menurun, tubuh juga bisa merasakan penurunan energi.

Selain itu, setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam metabolisme kafein. Faktor genetik membuat sebagian orang memproses kafein lebih cepat sehingga efeknya cepat hilang, sementara yang lain memprosesnya lebih lambat sehingga efeknya bertahan lebih lama.

Lalu bagaimana solusinya agar kopi membuat kembali segar? Nah, agar manfaat kopi terasa lebih optimal, ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:

  • Hindari minum kopi sekitar enam jam sebelum waktu tidur agar kualitas tidur tetap terjaga.
  • Batasi konsumsi kopi sekitar satu hingga tiga cangkir per hari untuk mengurangi risiko toleransi terhadap kafein.
  • Pilih kopi tanpa tambahan gula berlebih atau sirup agar terhindar dari penurunan gula darah secara drastis.
  • Minum air putih setelah mengonsumsi kopi untuk membantu mencegah dehidrasi ringan.
  • Jangan menjadikan kopi sebagai pengganti tidur. Istirahat yang cukup tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga energi dan konsentrasi sepanjang hari.

Baca juga: Gangguan Pencernaan Anak, Kapan Harus ke Dokter?