Kursus Etika AI Gratis Kini Tersedia dalam Bahasa Indonesia

William Ciputra30 Juli 2026

Jakarta – Masyarakat Indonesia kini bisa mengikuti kursus etika AI gratis dalam Bahasa Indonesia. Program ini diluncurkan UNESCO bersama platform pembelajaran daring Coursera dan LG AI Research.

Kursus bertajuk Global MOOC on the Ethics of AI menjadi program pertama UNESCO yang dikembangkan bersama Coursera.

Materinya tersedia dalam 11 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak pembelajar di berbagai negara.

Director General UNESCO, Prof Khaled el-Enany menjelaskan, peluncuran kursus ini dilakukan seiring meningkatnya penggunaan AI di berbagai sektor.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi tersebut, pemahaman mengenai etika AI dinilai semakin penting agar teknologi dimanfaatkan secara aman, adil, dan bertanggung jawab.

Menurut Khaled, prinsip saja tidak cukup untuk membangun AI yang beretika, manusialah yang mewujudkannya.

“Melalui kursus ini, UNESCO menerjemahkan Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence menjadi pembelajaran yang praktis sehingga masyarakat dapat menerapkan prinsip etika di setiap tahapan siklus hidup AI,” ujarnya, dikutip Kamis (30/7/2026).

UNESCO sendiri telah menetapkan kerangka kerja etika AI pertama di dunia yang diadopsi oleh 193 negara. Melalui kursus ini, organisasi tersebut ingin membantu masyarakat maupun institusi menerapkan prinsip-prinsip etika AI dalam praktik sehari-hari.

Baca juga: Pakar UMY: AI Aset Strategis yang Harus Dikuasai Negara

Mengenal Risiko Etika Penggunaan AI

Kursus ini dirancang untuk membantu peserta mengenali berbagai risiko etika dalam penggunaan AI. Peserta akan belajar mengambil keputusan yang lebih tepat dalam proses pengembangan, pemanfaatan, maupun tata kelola teknologi AI.

Materinya disusun berdasarkan masukan dari pakar berbagai institusi dunia, seperti Carnegie Mellon University, University of Toronto, dan Alan Turing Institute.

Pembelajaran juga dilengkapi dengan studi kasus agar peserta dapat memahami penerapan etika AI dalam situasi nyata.

Co-Head LG AI Research, Dr. Lim Woo-hyung, mengatakan tantangan terbesar saat ini bukan lagi menyusun prinsip etika AI, melainkan menerapkannya dalam proses pengembangan teknologi.

“Etika perlu diterapkan di setiap tahapan siklus hidup AI, mulai dari pengembangan produk hingga operasional layanan. Kami berharap program ini dapat menjadi landasan praktis untuk membangun ekosistem AI yang tepercaya,” katanya.

Sementara itu, Chief Content Officer Coursera, Marni Baker Stein, menambahkan kolaborasi ini bertujuan memperluas akses terhadap pendidikan AI yang berkualitas.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami etika AI, semakin besar pula peluang terciptanya inovasi yang bertanggung jawab.

Bersama-sama, kami memperluas akses global terhadap pendidikan berkualitas untuk menjawab salah satu tantangan paling krusial saat ini,” imbuhnya.

Program ini berdurasi sekitar sembilan jam dan tidak mensyaratkan latar belakang teknis tertentu. Materinya dirancang untuk berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, peneliti, pembuat kebijakan, hingga pelaku industri teknologi.

Peserta akan mempelajari berbagai topik penting, seperti privasi, transparansi, keberlanjutan, hingga perlindungan otonomi manusia dalam pengembangan AI.

Setelah menyelesaikan kursus, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip etika AI dalam pengambilan keputusan maupun penyusunan kebijakan.

Kursus etika AI gratis ini sudah dapat diakses melalui platform Coursera.

Baca juga: Indonesia Masuk Jajaran Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO