Polytron Ubah Cara Keluarga Menikmati Hiburan di Rumah

William Ciputra20 September 2026

Jakarta – Dulu, menonton televisi identik dengan berkumpul di ruang keluarga. Satu layar menjadi titik temu ketika anggota keluarga ingin menikmati film, acara televisi, atau tayangan favorit bersama.

Namun, kebiasaan tersebut perlahan berubah seiring semakin personalnya perangkat dan konten digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria melihat perubahan itu sebagai salah satu dampak disrupsi teknologi.

Menurutnya, kehadiran gadget membuat pengalaman menikmati tayangan semakin individual, bahkan ketika anggota keluarga berada di tempat yang sama.

“Karena itu, budaya menonton bersama menjadi penting untuk mengembalikan kedekatan dalam keluarga,” ujar Nezar dalam acara Netflix Family Festival 2026 World of Wonder di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Nezar, kebiasaan menonton bersama atau co-viewing memiliki nilai yang lebih besar daripada sekadar menghabiskan waktu untuk menikmati hiburan.

Ketika orang tua dan anak menyaksikan tayangan yang sama, ada kesempatan untuk membangun percakapan, memberikan penjelasan, sekaligus mendampingi anak dalam memilih dan memahami konten yang mereka konsumsi.

“Di situlah proses edukasi berlangsung. Menonton bersama menjadi ruang interaksi keluarga yang mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak,” tuturnya.

Konsep co-viewing juga berkaitan dengan upaya menciptakan pengalaman digital yang lebih aman bagi anak.

Nezar menjelaskan, hal tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

PP Tunas antara lain mengatur pembatasan akses berdasarkan usia serta penyediaan konten yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Dengan pilihan konten yang semakin beragam, menghidupkan kembali budaya menonton bersama juga membutuhkan pengalaman yang bisa dinikmati oleh lebih dari satu orang sekaligus.

Di sinilah televisi memiliki peran yang sulit digantikan perangkat personal: satu layar dapat menjadi titik temu ketika keluarga ingin menikmati tayangan yang sama, dalam waktu dan ruang yang sama.

Perkembangan Smart TV kemudian memperluas fungsi tersebut. Televisi tidak lagi hanya menampilkan siaran, tetapi menjadi perangkat untuk mengakses film, serial, video digital, musik, hingga game dalam satu layar.

Ketika fungsi dan pilihan hiburan semakin beragam, layar yang digunakan pun ikut menentukan seperti apa pengalaman yang dirasakan bersama.

Kebutuhan akan pengalaman menonton seperti inilah yang membuat layar berukuran besar menjadi relevan.

Bukan semata-mata karena ukurannya, tetapi karena semakin banyak orang dapat menikmati detail gambar dan suara dari satu titik tanpa harus berpindah ke perangkat masing-masing.

Baca juga: 5 Mitos UMKM yang Keliru, dari Modal hingga Peralatan Usaha

Pusat Hiburan Keluarga dengan Layar 100 Inci

Perubahan kebiasaan menonton membuat perangkat televisi juga berkembang.

Jika sebelumnya televisi terutama digunakan untuk menikmati siaran, Smart TV kini memungkinkan satu layar mengakses berbagai bentuk hiburan, mulai dari film dan serial, video digital, musik, hingga game.

Dalam konteks inilah layar berukuran besar memiliki peran yang berbeda. Ketika tujuan menonton adalah menikmati tayangan bersama, ukuran layar  turut menentukan bagaimana sebuah tayangan dapat dinikmati oleh beberapa orang dalam satu ruangan.

Salah satu produk yang membawa konsep tersebut adalah Polytron EQLED TV 100 Inch PLD 100QV5029 dari seri Smart Cinemax EQLED.

Dengan layar 100 inci dan resolusi 4K UHD, televisi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih imersif di ruang keluarga maupun home theater.

Ukuran 100 inci membuat pengalaman menonton terasa berbeda dibandingkan televisi dengan layar yang lebih kecil.

Ketika beberapa anggota keluarga duduk bersama, tayangan dapat dinikmati dari satu layar besar tanpa harus berdesakan mencari posisi terbaik untuk melihat detail gambar.

Pengalaman visual tersebut tidak hanya mengandalkan ukuran. Polytron membekali perangkat ini dengan teknologi EQLED yang mengombinasikan Quantum Dot dan LED untuk menghasilkan hingga 1,07 miliar warna.

Teknologi tersebut dirancang untuk meningkatkan ketajaman gambar, keterangan gambar, serta kecerahan warna sehingga detail tayangan dapat terlihat lebih jelas pada layar berukuran besar.

Resolusi 4K UHD kemudian memberikan detail sebesar 3.840 x 2.160 piksel. Bagi pengalaman menonton bersama, detail tersebut menjadi semakin relevan ketika layar yang digunakan berukuran 100 inci karena gambar ditampilkan dalam bidang yang jauh lebih luas.

Polytron juga menyematkan Dolby Vision IQ untuk mendukung kualitas gambar. Teknologi ini dapat beradaptasi dengan tingkat pencahayaan di sekitar televisi sehingga tampilan gambar dapat menyesuaikan kondisi ruangan.

Dengan demikian, pengalaman menikmati film atau serial tidak hanya bergantung pada kualitas sumber konten, tetapi juga bagaimana gambar ditampilkan dalam kondisi ruang yang berbeda.

Jika gambar menjadi satu bagian dari pengalaman sinematik, audio menjadi bagian lainnya. Polytron EQLED TV 100 Inch dilengkapi Dolby Atmos serta speaker dengan built-in subwoofer untuk menghadirkan suara yang lebih imersif.

Kombinasi layar besar, resolusi 4K, Dolby Vision IQ, dan Dolby Atmos membuat perangkat ini membawa pendekatan home entertainment yang lebih dekat dengan pengalaman menonton di bioskop ke dalam rumah.

Ruang keluarga tidak hanya menjadi tempat untuk melihat tayangan, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk menikmati film atau serial dengan pengalaman audiovisual yang lebih menyeluruh.

Namun, hiburan keluarga hari ini tidak berhenti pada film dan serial. Polytron menyediakan akses ke berbagai aplikasi melalui perangkat ini, termasuk Netflix, YouTube, YouTube Kids, Prime Video, aplikasi musik, hingga aplikasi game.

Pilihan tersebut memungkinkan satu layar digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Orang tua dapat menikmati film atau serial, anak dapat mengakses konten melalui YouTube Kids, sementara anggota keluarga lainnya dapat menggunakan TV untuk menikmati musik atau bermain game.

Kemampuan tersebut diperkuat QLE AI Processor yang dapat mengoptimalkan konten dengan resolusi standar yang lebih rendah agar mendekati kualitas 4K.

Teknologi ini menjadi penting karena tidak semua konten yang ditonton keluarga memiliki resolusi asli 4K, sehingga kualitas pemrosesan turut menentukan bagaimana konten tersebut ditampilkan pada layar besar.

Untuk pengguna yang menjadikan gaming sebagai bagian dari hiburan di rumah, Polytron juga membekali televisi ini dengan fitur Ultra Gaming.

Dengan dukungan refresh rate hingga 240Hz, fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman bermain game yang lebih lancar tanpa hambatan.

Dari sisi konektivitas, TV ini dilengkapi Bluetooth 5.0 dan Wi-Fi dual-band, serta menyediakan empat port HDMI dan dua port USB.

Fitur tersebut memberi fleksibilitas untuk menghubungkan perangkat lain ke televisi, baik untuk kebutuhan hiburan maupun penggunaan sehari-hari.

Dengan berbagai kemampuan tersebut, Smart TV tidak lagi sekadar menjadi perangkat yang menampilkan tayangan.

Satu layar dapat menjadi tempat keluarga menikmati film, mengikuti konten digital, mendengarkan musik, menyaksikan konten anak, hingga bermain game.

Pada akhirnya, teknologi tidak harus selalu membuat aktivitas di rumah semakin individual. Di tengah kebiasaan menikmati konten melalui perangkat personal, layar besar justru dapat menjadi titik temu untuk mengembalikan sebagian pengalaman hiburan ke ruang keluarga.

Bagi Polytron, perkembangan tersebut hadir dalam perjalanan panjang perusahaan yang tahun ini memasuki usia 51 tahun dan dirayakan melalui Polytron Fest 51.

Perjalanan tersebut menjadi konteks bagi bagaimana perangkat elektronik terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat, termasuk ketika televisi tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat untuk menonton, tetapi menjadi bagian dari pengalaman hiburan bersama di rumah.

Baca juga: Infinix XBook 14 Neo Segera Hadir, Ringan tapi Tangguh