Jakarta – Kopi tidak hanya mampu mengembalikan fokus dan menghilangkan kantuk. Sebuah studi menemukan bahwa minum kopi dikaitkan dengan risiko sirosis, kanker hati, dan kematian akibat penyakit hati yang lebih rendah.
Temuan tersebut diungkap dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology. Studi ini melibatkan lebih dari 354.000 orang dewasa yang sudah diikuti selama lebih dari 10 tahun.
Menurut penulis studi, Dr Hyunseok Kim, seorang ahli hepatologi transplantasi di Cedars-Sinai Medical Center, Los Angeles, studi ini menjadi data tindak lanjut jangka panjang yang paling komprehensif mengenai dampak kopi.
“Kami melihat bahwa mungkin, manfaat kopi pada liver ini bukan terkait dengan kafein, karena kami melihat manfaat yang sama pada peminum tanpa kafein. Jadi tampaknya lebih terkait pada efek anti-oksidatif dari kopi,” katanya, dikutip dari CNN, Senin (3/8/2026).
Dalam penelitian ini, para Peneliti mengevaluasi kejadian sirosis, kanker hati (hepatocellular carcinoma/HCC), dan kematian akibat penyakit hati.
Sebagai informasi, sirosis sendiri mempengaruhi lebih dari 58 juta orang di seluruh dunia, dan membunuh hampir 1,5 juta orang di seluruh dunia setiap tahun.
Adapun jenis kanker hati yang diukur dalam penelitian ini adalah HCC. Ini adalah jenis kanker hati yang paling umum, dengan hampir 685.000 kasus dan 597.000 kematian secara global setiap tahun.
Dalam studi itu ditemukan potensi perlindungan kopi meningkat seiring dengan jumlah kopi yang diminum.
Misalnya, satu hingga dua cangkir setiap hari membuat risiko sirosis 20% lebih rendah, risiko kanker hati 24% lebih rendah, dan risiko kematian akibat penyakit hati turun 31%.
Adapun tiga hingga empat cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan risiko sirosis dan kanker hati 35% lebih rendah, dan risiko kematian terkait hati 41% lebih rendah.
Sedangkan lima cangkir atau lebih dikaitkan dengan risiko sirosis 32% lebih rendah, penurunan risiko kanker hati 47%, dan risiko kematian terkait hati 42% lebih rendah.
Baca juga: Pria Wajib Tahu, Testosteron Rendah Juga Bikin Mudah Lelah!
Bagaimana Minum Kopi yang Aman?
Namun demikian, penurunan risiko penyakit hati pada peminum kopi ini bisa berbeda, tergantung bagaimana cara mereka meminumnya.
Studi mengungkapkan, kopi yang ditambah pemanis seperti gula membuat manfaat perlindungan terhadap penyakit hati lebih kecil ketimbang yang minum kopi tanpa pemanis.
Memang perbedaan angkanya tidak signifikan antara yang minum kopi berpemanis dan tanpa pemanis. Namun peneliti mengingatkan agar peminum kopi lebih bijak saat menambahkan gula, sirup, krimer, dan sebagainya.
Pasalnya, responden yang menggunakan pemanis pada kopi mereka memiliki gejala yang meningkat pada peradangan hati. Hal ini, kata Kim, bisa berkontribusi pada penyakit hati berlemak.
Lalu bagaimana meminum kopi yang aman dan sehat? Terkait hal ini, The American Heart Association (AHA) merekomendasikan untuk membatasi asupan gula tambahan hingga tidak lebih dari 5% kalori harian.
Rinciannya adalah 9 sendok teh atau 36 gram untuk pria dan 6 sendok teh atau 25 gram untuk wanita.
Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan AS merekomendasikan untuk membatasi asupan kafein hingga tidak lebih dari 400 miligram per hari untuk orang dewasa.
Kafein 400 mg ini setara dengan 4 hingga 5 cangkir kopi atau sekitar 40-50 gram bubuk kopi. Namun sensitivitas kafein dan metabolisme setiap orang bisa menghasilkan angka yang berbeda.
Sementara untuk menghindari gangguan tidur akibat kafein, kamu bisa berhenti minum kopi setidaknya 6 jam sebelum waktu tidur.
Baca juga: 7 Faktor yang Membuatmu Sakit Kepala saat Bangun Tidur



