Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah merespons ajakannya untuk kembali berbicara.
Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Pyongyang kembali menjadi sorotan di tengah latihan militer tahunan Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Trump sebelumnya mengatakan telah memerintahkan Pentagon untuk mengurangi secara signifikan latihan militer bersama Korea Selatan.
Ia menilai latihan tersebut membebani biaya sekaligus mengirimkan sinyal yang dianggap tidak tepat dan bermusuhan kepada Korea Utara.
Di tengah pernyataan tersebut, Amerika Serikat dan Korea Selatan tetap memulai Ulchi Freedom Shield pada Senin waktu setempat.
Latihan militer tahunan itu dijadwalkan berlangsung hingga 27 Agustus dan selama ini dikecam Korea Utara sebagai latihan untuk mempersiapkan invasi.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan Departemen Pertahanan AS sedang menjalankan arahan Trump terkait pengurangan latihan tersebut.
Trump kemudian mengatakan Kim telah merespons tawaran dialog yang disampaikannya.
“Dia sudah merespons,” kata Trump ketika ditanya mengapa Kim belum menanggapi ajakannya untuk berbicara, melansir Kyodo, Rabu (19/8/2026).
Baca juga: Turki Luncurkan Pesawat Antariksa ke Bulan pada 2027
Berbicara kepada wartawan di Oval Office, Trump juga kembali menekankan hubungan personalnya dengan pemimpin Korea Utara tersebut.
“Dia selalu memperlakukan saya dengan sangat hormat,” ujarnya.
Trump dan Kim telah bertemu tiga kali saat periode pertama Trump sebagai presiden. Pertemuan pertama berlangsung di Singapura pada 2018, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Vietnam dan Panmunjeom pada 2019.
Pernyataan terbaru Trump juga disertai kritik terhadap Korea Selatan. Ia menilai Seoul belum memberikan dukungan yang cukup kepada Washington dalam perang melawan Iran.
Baca juga:
Seoul Dorong Peluang Pertemuan Trump dan Kim
Pemerintah Korea Selatan merespons perkembangan tersebut dengan menyatakan harapan agar pertemuan antara Trump dan Kim dapat kembali terjadi.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan menilai pertemuan kedua pemimpin dapat membuka peluang baru bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
“Jika terwujud, pertemuan tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, serta mendorong perubahan menuju fase rekonsiliasi dan kerja sama antar-Korea,” ujar seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korea Selatan kepada wartawan.
Seoul juga menyatakan kesiapannya mengambil peran untuk membantu mempertemukan Washington dan Pyongyang.
Pemerintah Korea Selatan bahkan menyebut dirinya siap menjadi “pacemaker” dalam proses dialog tersebut.
Menurut kementerian, terdapat berbagai cara untuk menjalankan peran tersebut, termasuk melalui pengiriman utusan perdamaian.
Pemerintah Korea Selatan akan melanjutkan koordinasi dengan lembaga terkait untuk mengembangkan rencana tersebut.
Perkembangan ini membuka kembali kemungkinan dialog antara Trump dan Kim setelah hubungan kedua negara sempat kembali tegang.
Bagi Seoul, peluang pertemuan kedua pemimpin dapat menjadi momentum untuk mendorong kembali rekonsiliasi dan kerja sama di Semenanjung Korea.
Baca juga: AS Disebut Beri Lampu Hijau pada Arab Saudi untuk Memperkaya Uranium



