Forgotten Island Hadirkan Petualangan Fantasi tentang Arti Persahabatan

William Ciputra•28 September 2026

Jakarta – Ada tontonan baru buat kamu yang suka film animasi dengan cerita persahabatan dan petualangan fantasi. Judulnya Forgotten Island, dan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 2 Oktober 2026.

Film terbaru dari DreamWorks Animation ini mengajak penonton mengikuti perjalanan dua sahabat ke Pulau Nakali, dunia penuh makhluk ajaib dan legenda yang terinspirasi dari budaya serta mitologi Filipina.

Film ini mengikuti kisah Jo dan Raissa. Keduanya sudah bersahabat sejak kecil, namun harus menjalani jalan hidup yang berbeda setelah lulus sekolah.

Pada malam terakhir mereka bersama, sebuah portal misterius membawa mereka ke Nakali, sebuah pulau yang selama ini hanya mereka kenal melalui cerita dan legenda keluarga Filipina.

Petualangan di Nakali kemudian membawa keduanya pada persoalan yang lebih besar daripada sekadar mencari jalan pulang.

Jo dan Raissa harus menghadapi kemungkinan bahwa jalan kembali ke rumah memiliki harga berupa kenangan tentang persahabatan mereka sendiri.

Baca juga: Deretan Anime Romantis Ini akan Tayang Oktober 2026

Bersama Raww, seekor weredog yang kikuk namun berhati baik, serta sejumlah karakter unik lainnya, Jo dan Raissa berusaha menemukan jalan keluar sebelum kenangan yang telah membentuk hubungan mereka hilang untuk selamanya.

Film ini disutradarai dan ditulis oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo kreatif di balik Puss in Boots: The Last Wish.

Persahabatan keduanya yang telah terjalin selama hampir dua dekade turut menjadi inspirasi untuk membangun hubungan Jo dan Raissa dalam film.

Bagi Crawford dan Mercado, Forgotten Island juga menjadi proyek yang personal. Persahabatan mereka yang telah terjalin hampir dua dekade menjadi salah satu inspirasi cerita Jo dan Raissa.

Pengalaman tentang keluarga dan perempuan-perempuan penting dalam kehidupan mereka turut memberi warna pada film ini. Di saat yang sama, Forgotten Island menjadi bentuk perayaan terhadap budaya Filipina.

Respons positif juga datang dari penonton dan kritikus. Forgotten Island mencatat skor 95 persen di Tomatometer dan 96 persen di Popcornmeter Rotten Tomatoes.

Sejumlah ulasan menyoroti humor, visual yang imajinatif, serta sisi emosional yang hadir dalam petualangan film ini.

Representasi budaya Filipina juga menjadi bagian penting dari film ini. H.E.R., pengisi suara Jo, mengatakan keterlibatannya memiliki makna personal karena representasi Filipina masih jarang ditemukan dalam film.

“Aku bangga dapat menjadi bagian dari film ini dan berkesempatan untuk menceritakan kisah-kisah yang tumbuh bersamaku kepada orang lain. Ini merupakan hal yang sangat spesial bagiku,” kata H.E.R.

Hal serupa dirasakan Liza Soberano, pengisi suara Raissa. Baginya, menjadi bagian dari film yang merayakan warisan budayanya merupakan pengalaman istimewa.

Menurutnya, kisah tentang persahabatan, perubahan, dan kenangan yang dihadirkan Forgotten Island tetap memiliki tema universal yang dapat dirasakan penonton dari berbagai latar belakang.

Sementara itu, Dave Franco mengisi suara Raww, karakter weredog yang memiliki sisi percaya diri sekaligus rentan.

Menemukan karakter tersebut menjadi bagian menarik dari proses pengisian suara, terutama ketika Franco mencoba berbagai pendekatan untuk membangun sosok Raww.

“Aku sangat berterima kasih telah dipercaya untuk memerankan karakter yang begitu unik,” katanya.

Selain membawa budaya dan mitologi Filipina ke layar, Forgotten Island juga mengajak penonton kembali ke era 1990-an.

Saat itu, media sosial dan smartphone belum menjadi bagian dari keseharian, sehingga perubahan jarak dan kehidupan menjadi tantangan tersendiri bagi hubungan Jo dan Raissa.

Nuansa era tersebut turut hadir melalui detail visual, estetika budaya rave, serta musik pop akhir 1980-an hingga 1990-an.

Latar waktu ini memperkuat cerita tentang dua sahabat yang berada di persimpangan setelah lulus sekolah dan mulai menghadapi perubahan dalam kehidupan mereka.

Semangat nostalgia tersebut juga dibawa ke luar layar melalui photobooth Forgotten Island di Bintaro Xchange dan Stasiun MRT Blok M.

Pengunjung dapat mengabadikan momen bersama sahabat dan membawa pulang hasil foto dalam bentuk cover kaset musik yang terinspirasi dari era cerita film.

Photobooth tersebut dapat dikunjungi pada 16 September hingga 4 Oktober 2026. Sementara itu, Forgotten Island akan tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026.

Head of Marketing Universal Pictures International, Julius Daniel Suhakri mengatakan, Forgotten Island tidak hanya menghadirkan pengalaman nonton film animasi saja.

“Ada cerita tentang hubungan persahabatan, kenangan, dan orang-orang yang tumbuh bersama kita. Karena itu, kami juga mengajak penonton merayakan hubungan tersebut bersama sahabat mereka,” ujarnya.

Baca juga: Anime Demon Slayer Kini Bisa Ditonton di Netflix