Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan program beasiswa pendidikan ke luar negeri bagi 75 mahasiswa asal Jakarta pada 2027.
Program yang mengadopsi skema Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta.
Rencana tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat membuka Kongres I Dewan Pengurus Nasional Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Pramono mengatakan, pendidikan merupakan salah satu prioritas yang harus dijaga pemerintah daerah, bersama layanan kesehatan dan perlindungan sosial.
Ketiga sektor tersebut dinilai Pramono berperan penting dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar.
“Begitu saya dilantik menjadi gubernur, saya menyampaikan hal yang tidak boleh berubah, hal yang harus dipertahankan, hal yang harus diperbaiki adalah menyangkut, satu: pendidikan, dua: kesehatan, tiga: bantalan sosial,” kata Pramono, Selasa (13/10/2026).
Baca juga: Satpol PP DKI Tutup 18 Depot Air Minum Isi Ulang di Jakarta
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan perlu diperluas agar kesempatan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi keluarga.
Oleh karena itu, Pemprov DKI terus menjalankan program bantuan pendidikan sekaligus menyiapkan skema baru untuk membuka peluang studi di luar negeri.
Salah satu program yang telah berjalan adalah Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, yang menjangkau sekitar 700 ribu peserta didik.
Pemprov DKI juga memiliki Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang memberikan bantuan pendidikan kepada sekitar 15.800 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Kehadiran Beasiswa LPDP Jakarta nantinya akan menambah pilihan dukungan pendidikan, khususnya bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.
Beasiswa LPDP Jakarta adalah program yang disiapkan Pemprov DKI dengan skema serupa beasiswa LPDP nasional.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2027 dan akan dikelola pemerintah daerah untuk membuka kesempatan bagi putra-putri Jakarta menempuh pendidikan di perguruan tinggi bereputasi di luar negeri.
LPDP sendiri merupakan singkatan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, lembaga di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana pendidikan dan menyalurkan beasiswa untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Beasiswa LPDP nasional selama ini dikenal sebagai salah satu jalur pendanaan bagi warga Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk program magister dan doktor, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam skema LPDP nasional, dukungan beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan dan sejumlah kebutuhan pendukung studi sesuai ketentuan program.
Komponen yang ditanggung dapat meliputi biaya kuliah, transportasi, asuransi kesehatan, serta biaya hidup bulanan.
Pada tahap awal, Pemprov DKI menargetkan 50 hingga 75 penerima beasiswa. Program ini diprioritaskan bagi warga yang memiliki KTP Jakarta dan telah diterima di perguruan tinggi bereputasi, terutama calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dengan demikian, bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi warga yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan biaya untuk menempuh pendidikan di luar negeri.
Baca juga: Terowongan Senayan City-Plaza Senayan, Urai Kemacetan hingga Lapak untuk UMKM




