Jakarta – Di tengah konflik dan ketegangan yang terus membayangi Eropa, Paus Leo XIV menyerukan pentingnya mempertahankan dialog dan kerja sama antarnegara.
Dalam pidatonya di Metz, Prancis, Senin (28/9/2026), Leo menyebut multilateralisme sebagai salah satu cara untuk mencegah keinginan negara mendominasi negara lain.
Leo menyampaikan seruan tersebut dalam pertemuan bertajuk “At the Roots of Europe for Peace and Unity” di Robert Schuman Conference Centre.
Tempat itu memiliki makna khusus karena Metz merupakan kota kelahiran Robert Schuman, salah satu tokoh yang berperan dalam pembentukan integrasi Eropa.
Menurut Leo, hukum internasional dan multilateralisme menegaskan kesetaraan negara dalam hubungan satu sama lain.
Baca juga: Trump Klaim AS sebagai Produsen Minyak Terbesar di Dunia
Ia menyebut prinsip tersebut sebagai penangkal terhadap keinginan mendominasi yang dapat menjadi akar berbagai konflik.
“Hukum internasional dan multilateralisme menekankan kesetaraan sejati antarnegara dalam hubungan mereka dan menjadi penangkal terbaik terhadap keinginan untuk mendominasi, yang menjadi akar dari setiap konflik,” ujar Leo dalam pidatonya, dikutip dari Euronews.
Leo juga menyoroti memburuknya hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai semakin tidak beradab, sementara kebohongan dan tipu daya disebut ikut mengikis kepercayaan masyarakat.
Menurut Leo, Eropa memiliki pengalaman panjang dalam mengelola perbedaan melalui dialog.
Ia mengatakan benua tersebut telah menunjukkan selama sekitar 80 tahun bahwa perbedaan pendapat, kepentingan, dan tuntutan dapat disampaikan melalui pertemuan dan dialog, bukan konflik.
Lebih lanjut, Leo juga mengingatkan Eropa pada akar sejarah dan kekristenannya. Ia mengatakan Eropa perlu dipahami sebagai realitas budaya dan sejarah yang terbentuk melalui pertemuan berbagai peradaban.
“Kita tidak dapat berbicara tentang Eropa tanpa menyebut kekristenan,” kata Leo.
Menurutnya, Eropa berkembang ketika mampu mengambil hal-hal terbaik dari masa lalu dan mengolahnya kembali melalui perjumpaan dengan budaya serta masyarakat lain.
Pesan tersebut disampaikan Leo di kota yang memiliki sejarah panjang dalam hubungan Prancis dan Jerman.
Metz berada di wilayah Lorraine, dekat perbatasan Jerman, dan pernah berpindah kekuasaan antara kedua negara sebelum dianeksasi Nazi Jerman pada 1940.
Pemilihan Metz juga memperkuat pesan mengenai rekonsiliasi Eropa. Robert Schuman, yang lahir di kota tersebut, dikenal sebagai salah satu tokoh pendiri integrasi Eropa dan berperan dalam mendorong rekonsiliasi setelah Perang Dunia II.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden Prancis Emmanuel Macron serta sejumlah perwakilan negara dan lembaga Eropa. Perwakilan dari Monaco, Andorra, dan Luksemburg termasuk di antara pejabat yang hadir.
Sejumlah pemimpin agama juga mengikuti pertemuan tersebut. Mereka antara lain Rabbi Agung Prancis Haïm Korsia dan Chems-Eddine Hafiz, Rektor Masjid Agung Paris.
Kehadiran berbagai perwakilan agama menjadi bagian dari agenda Leo yang juga menekankan dialog lintas keyakinan selama kunjungannya ke Metz.
Baca juga: Agustus 2026 Jadi Salah Satu Bulan Terpanas dalam Sejarah


