AI Content Fest 2026 Bawa Cerita Kreator ke Layar Lebar

William Ciputra14 September 2026

Jakarta – Solusi penyuntingan video terpadu, CapCut, menggelar puncak AI Content Fest 2026 dengan membawa 10 karya film pendek dari kreator berbagai daerah di Indonesia ke layar lebar CGV Grand Indonesia, Jumat (11/9/2026).

Mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”, festival ini menjadi ruang bagi kreator untuk mengembangkan cerita tentang Indonesia dengan memanfaatkan berbagai fitur penyuntingan berbasis AI di CapCut.

Festival film pendek berbasis AI ini mengangkat beragam cerita tentang identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman dan harapan para kreator tentang Indonesia.

“Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” ujar Head of Content Operations, CapCut Indonesia, Jessica Wowor.

Baca juga: Google Assistant Pensiun dari Perangkat Android

Sepuluh karya yang ditampilkan menghadirkan cerita dengan latar belakang dan karakter yang beragam.

Dalam proses pengembangannya, para finalis memanfaatkan CapCut Video Studio serta berbagai fitur kreatif di dalam aplikasi, termasuk fitur berbasis AI, untuk mengeksplorasi ide dan visual hingga menjadi film pendek.

Perjalanan kreatif para finalis sebelumnya juga diperkenalkan kepada audiens melalui kampanye online bertajuk CapCutFilmNaikLayar.

Pada acara puncak, setiap film kemudian diputar secara bergiliran dan mendapatkan penilaian serta tanggapan langsung dari lima pelaku industri kreatif.

Kelimanya adalah Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Melalui sesi tersebut, para finalis menerima perspektif dari para profesional mengenai ide, visual, hingga penyampaian cerita dalam film mereka.

AI Content Fest 2026 juga memberikan apresiasi melalui delapan kategori penghargaan, yaitu Student Awards, Most Popular AI Microfilm, Special Selection Award, Best Story, Best Visual, Jury’s Special Mention, Next Icon Award, dan Best AI Micro Film.

Pembahasan mengenai penggunaan AI dalam proses kreatif turut hadir melalui diskusi bersama Lukman Sardi, Mouly Surya, dan Gustav Anandhita.

Ketiganya membahas bagaimana teknologi dapat membantu kebutuhan yang berbeda dalam proses kreatif, mulai dari persiapan karakter hingga pengembangan ide dan eksplorasi visual.

Dari perspektif aktor, Lukman Sardi melihat teknologi dapat membantu memperkaya proses persiapan dan eksplorasi karakter.

“Dengan proses persiapan yang lebih efisien, aktor punya lebih banyak ruang untuk fokus pada bagaimana karakter tersebut diinterpretasikan dan dihidupkan,” terang Lukman.

Pengunjung yang hadir di CGV Grand Indonesia juga dapat mencoba pengalaman membuat poster film melalui CapCut Poster Lab.

Dengan memilih genre atau suasana cerita, mulai dari horor, romansa, aksi, sci-fi, hingga dokumenter, pengunjung dapat memanfaatkan fitur kreatif CapCut untuk membuat poster film bergaya sinematik.

Selain menjadi ruang bagi kreator untuk menampilkan karya, CapCut menyediakan berbagai fitur penyuntingan video, audio, teks, dan visual dalam satu aplikasi.

Fitur seperti trimming, transitions, keyframes, filters and effects, templates, auto captions, text-to-speech, background removal, dan audio enhancement tersedia untuk mendukung proses produksi.

Berbagai fitur berbasis AI juga dapat digunakan untuk membantu pengembangan ide dan storyboard, eksplorasi visual, hingga proses produksi dan penyempurnaan hasil akhir.

CapCut turut menerapkan tanda air tak kasatmata atau invisible watermarks serta Kredensial Konten dari C2PA sebagai bagian dari langkah transparansi dalam penggunaan teknologi tersebut.

Baca juga: Uni Eropa Denda Google Rp18,2 Triliun, Kenapa?