Search

Manfaatkan AI, 3 UMKM Lokal Berhasil Tembus Pasar Global

William Ciputra•17 Oktober 2026

Meta dan Kementerian Perdagangan menutup rangkaian program ‘Gapai Pasar Global dengan AI’. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) membantu sejumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menjangkau pembeli di luar negeri.

Tiga UMKM dari Bandung, Batam, dan Jakarta berhasil mencatat transaksi dari Malaysia setelah memanfaatkan teknologi AI dan solusi bisnis Meta untuk mendukung pemasaran.

Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari program pendampingan bertajuk Gapai Pasar Global dengan AI, hasil kolaborasi Meta di Indonesia, Kementerian Perdagangan, dan UKMIndonesia.id.

Program ini telah memberikan pelatihan kepada 200 UMKM di Bandung, Batam, dan Jakarta untuk memanfaatkan AI dan solusi bisnis digital dalam memperluas jangkauan pasar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan daya saing UMKM, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

“Sekarang era digital, kita harus bisa memanfaatkan AI dengan baik. Dan terima kasih kepada Meta yang sudah memfasilitasi ini. Sekarang eranya discovery commerce, jadi produk ataupun consumer yang akan mencari,” ujarnya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Baca juga: Jelang Wajib Halal, Pengajuan Sertifikasi Tembus 10 Ribu per Hari

Program ini secara khusus menyasar UMKM yang produknya telah siap ekspor, melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung.

Para peserta mempelajari cara menggunakan teknologi untuk menemukan calon pembeli, mengoptimalkan iklan, serta merespons pertanyaan pelanggan dari pasar tujuan.

Salah satu peserta yang mencatat hasil dari pemanfaatan teknologi tersebut adalah Zayya, bisnis fesyen muslim asal Bandung.

Dalam lima hari, usaha ini mengeluarkan biaya iklan Rp150 ribu dan menghasilkan penjualan Rp1,14 juta dari Malaysia, atau setara 7,6 kali nilai investasi iklannya.

Zayya memanfaatkan Advantage+ untuk menemukan audiens yang relevan dan Meta Business Agent untuk membantu berkomunikasi dengan calon pelanggan dalam bahasa Melayu.

Hasil serupa dicatat Obudjamoe, bisnis jamu asal Batam yang memperoleh pesanan pertamanya dari Malaysia setelah memasang iklan senilai Rp135 ribu selama tujuh hari.

Pesanan tersebut berupa 60 pouch jahe instan dengan nilai sekitar Rp3 juta, sekaligus meningkatkan penjualan sekitar 50% dibandingkan biasanya.

Sementara itu, Ayubifood, bisnis camilan pasta artisanal asal Jakarta, memanfaatkan Advantage+ dan Meta Business Agent untuk menjangkau distributor halal di Malaysia.

Penggunaan teknologi AI membantu menurunkan biaya per percakapan hingga 85% dan memangkas waktu respons dari dua hingga tiga jam menjadi kurang dari lima menit.

Direktur Kebijakan Publik Meta untuk Asia Tenggara, Sarim Aziz, mengatakan AI dapat membantu UMKM bekerja lebih efisien, memahami pasar, dan menggunakan sumber daya secara lebih tepat.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi yang sesuai dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar internasional, termasuk bagi usaha dengan anggaran pemasaran terbatas.

“Ketika teknologi ini dipadukan dengan solusi bisnis yang tepat, bahkan investasi yang relatif kecil dapat membuka akses ke pelanggan baru di pasar global,” ujar Sarim.

Peluang pemanfaatan teknologi ini juga tercermin dalam riset Meta bersama YouGov. Sebanyak 86% pemilik usaha kecil di Indonesia yang disurvei menyatakan bisnis mereka telah menggunakan AI, sementara 85% melaporkan dampak positif terhadap produktivitas dalam 12 bulan terakhir.

Meski demikian, 91% responden menilai UMKM masih membutuhkan panduan untuk memperoleh manfaat penuh dari teknologi tersebut.

Baca juga: Mengenal Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI