Jakarta – Teh melati sudah lama jadi bagian dari minuman keseharian masyarakat Indonesia. Kini, cita rasa yang familiar itu hadir dalam sajian yang lebih modern lewat Jawara Tea Series.
Diperkenalkan GAGA untuk pasar Indonesia, Jawara mengolah teh melati dari Jawa ke dalam empat kreasi, mulai dari teh murni hingga milk tea, gula aren, dan ube.
Teh melati dipilih karena dekat dengan keseharian konsumen Indonesia. GAGA yang sebelumnya dikenal lewat Thai tea kini mengeksplorasi karakter teh lokal untuk menghadirkan pilihan minuman yang lebih sesuai dengan selera pasar Indonesia.
Yang membuat Jawara berbeda adalah racikan tehnya. Racikan tersebut dikembangkan khusus untuk GAGA oleh Ratna Soemantri, ahli teh sekaligus sommelier teh.
Dalam prosesnya, Jawara Series memadukan teh sangrai dari Perkebunan Teh Dewata di Ciwidey, Jawa Barat, teh melati dari Cirebon, Jawa Barat, serta aroma gardenia.
Menurut Country Director Minor Food Group Indonesia, Cristina Hernandez, perpaduan itu menghasilkan profil teh yang lebih kaya. Cita rasa dari proses sangrai berpadu dengan nuansa floral, tetapi tetap mempertahankan karakter teh melati Indonesia.
Baca juga: Hometown Artisan Dairy Hadirkan Gelato Yogurt dengan Matcha Uji
“Produk ini tidak hanya terinspirasi dari Indonesia, tetapi benar-benar berawal dari teh Indonesia,” ujarnya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Cristina, penggunaan teh melati juga berangkat dari pengamatan terhadap cara konsumen lokal menikmati teh.
Dari proses tersebut, lanjutnya, GAGA melihat peluang untuk membawa bahan yang sudah familiar ke dalam bentuk yang lebih modern.
“Kami melihat peluang untuk mengangkat sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia, yaitu teh melati, dan mengemasnya dalam sebuah ekspresi baru melalui GAGA,” katanya.
Karakter teh tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam empat pilihan rasa. Jawara Pure Tea menawarkan cita rasa teh yang lebih murni, sedangkan Jawara Milk Tea memadukannya dengan tekstur yang lebih creamy.
Untuk pilihan yang lebih kaya rasa, ada Jawara Pandan Gula Aren Milk Tea yang menggabungkan teh melati dengan pandan dan gula aren.
Sementara itu, Jawara Ube Pudding memadukan teh dengan rasa ube dan tambahan puding.
“Setiap minuman menonjolkan karakter teh yang berbeda, mulai dari ekspresi teh yang lebih murni hingga perpaduan rasa yang lebih kaya, creamy, dan kekinian,” ujar Cristina.
Beragam kreasi tersebut menjadi bagian dari cara GAGA menghadirkan kembali teh yang dekat dengan konsumen Indonesia dalam format yang lebih relevan dengan kebiasaan minum saat ini.
Teh pun tidak lagi diposisikan hanya untuk momen tertentu, tetapi bisa dinikmati dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain pilihan rasa, konsumen juga dapat mempersonalisasi minuman Jawara dengan berbagai add-on dan topping. Seri ini kini tersedia di seluruh gerai GAGA di Indonesia.
Jawara Pure Tea dibanderol Rp25.000 untuk ukuran M dan Rp30.000 untuk L. Jawara Milk Tea tersedia dengan harga Rp30.000 untuk M dan Rp37.000 untuk L.
Sementara itu, Jawara Pandan Gula Aren Milk Tea dibanderol Rp35.000 untuk M dan Rp40.000 untuk L. Jawara Ube Pudding menjadi varian dengan harga Rp37.000 untuk M dan Rp42.000 untuk L.



