Search

Yayasan Ronald McDonald House Indonesia Perbarui Identitas

William Ciputra•22 Oktober 2026

Peluncuran identitas baru Yayasan Ronald McDonald House Indonesia. (Dok. Istimewa)

Jakarta – Yayasan Ronald McDonald House Indonesia memperkenalkan identitas baru dalam momentum 15 tahun kehadirannya di Indonesia.

Sebelumnya dikenal sebagai Yayasan Ronald McDonald House Charities (Yayasan RMHC), yayasan ini telah membantu lebih dari 22.500 keluarga pasien anak melalui berbagai program dukungan.

Selama 15 tahun, fasilitas Rumah Singgah yayasan telah menyediakan 78.202 malam menginap gratis bagi 3.108 keluarga dan membantu menghemat biaya akomodasi serta transportasi hingga Rp7,82 miliar.

Ketua Yayasan Ronald McDonald House Indonesia Caroline Djajadiningrat mengatakan, pembaruan identitas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mendampingi keluarga pasien anak.

“Ke depannya, kami ingin terus memperluas jangkauan bantuan agar semakin banyak keluarga dapat merasakan dukungan dan manfaat yang sama,” ujar Caroline, dikutip Kamis (22/10/2026).

Logo baru yayasan menggabungkan simbol hati dan rumah dengan desain modern yang merepresentasikan filosofi Putting Families at the Heart of Care.

Baca juga: Healthy Walk with Happy Purpose, Saat Langkah Jadi Paket Donasi

Meski identitas visual berubah, misi yayasan tetap berfokus pada pendampingan anak dengan penyakit serius dan keluarga mereka melalui semangat Keluarga Tetap Bersama.

Saat ini, yayasan mengoperasikan empat Rumah Singgah dengan total 111 kamar pribadi gratis, masing-masing tiga di Jakarta dan satu di Denpasar, Bali.

Dua fasilitas Ronald McDonald House Family Room di RSCM Jakarta dan RSUP Prof. Ngoerah Denpasar juga telah memberikan ruang istirahat bagi 19.589 keluarga.

Sementara itu, program Ronald McDonald Care Mobile telah menempuh jarak 64.141 kilometer untuk memberikan imunisasi dasar kepada 666.221 anak di 414 titik di Indonesia.

Dampak program tersebut dirasakan keluarga Angeline, pasien berusia 10 tahun asal Rembang, Jawa Tengah, yang menjalani pengobatan sindrom Guillain-Barré di RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Keluarganya mendapat dukungan akomodasi melalui Rumah Singgah saat mendampingi proses perawatan yang jauh dari rumah.

Yayasan kini juga mempersiapkan perluasan layanan melalui pembangunan Rumah Singgah kelima di RS Kemenkes Surabaya dengan kapasitas 33 kamar serta Family Room di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Lampung.

Data RS Kemenkes Surabaya yang menjadi acuan rencana tersebut menunjukkan sekitar 70% pasien anak berasal dari luar daerah.

Perluasan ini didukung kolaborasi berbagai pihak, termasuk McDonald’s Indonesia yang telah menjadi mitra yayasan sejak 2011. Dukungan diberikan melalui donasi pelanggan di Self-Ordering Kiosk (SOK), penjualan merchandise McHappy Socks, dan sponsorship.

Melalui identitas baru dan rencana ekspansi layanan, Yayasan Ronald McDonald House Indonesia berupaya memperluas akses terhadap tempat tinggal dan ruang istirahat yang layak bagi keluarga pasien anak, sehingga orang tua dapat tetap mendampingi buah hati selama menjalani pengobatan.

Baca juga: Bring Back Goodness Dorong Kebiasaan Baru Kelola Kemasan Bekas